Jembatan penghubung yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas warga tersebut telah lama ambruk dan menyebabkan mobilitas masyarakat lumpuh. Selain itu, akses ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan juga turut terhambat. Demi bisa beraktivitas, warga terpaksa memutar jauh melalui jalur bandara dengan membayar ongkos yang cukup mahal.
Menjawab kebutuhan mendesak itu, Babinsa Koramil 1503-01/Tual, Sertu Jemi C. Eleuwarin dan warga bergotong royong membangun jembatan darurat berbahan kayu sepanjang kurang lebih 20 meter. Struktur jembatan ditempatkan tepat di tengah bekas jembatan lama dan dibangun dengan mempertimbangkan aspek keamanan bagi pengguna.
“Kami harus hadir untuk membantu masyarakat. Kehadiran TNI tidak hanya soal pertahanan, tetapi juga membantu mengatasi kesulitan warga di wilayah binaan,” kata Sertu Eleuwarin.
Jemi menambahkan, kerja bakti tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Dengan dibangunnya jembatan darurat tersebut, aktivitas dan perekonomian warga di Dian Darat, Rumadian, serta desa sekitar kini kembali pulih dan bisa digunakan untuk mobilitas penduduk.


