SPPG AMEN Hoatsorbay Ungkap Kendala Pencairan dan Kesiapan Tenaga Kerja pada Launching Program MBG

Kepala SPPG AMEN Hoatsorbay Crissanti A. Jamlean. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, MALUKU TENGGARA — Kepala SPPG Yayasan Amanah Makanan Energi dan Nutrisi (AMEN) Hoat Sorbay, Crissanti A. Jamlean, membeberkan sejumlah kendala teknis terkait pencairan dana dan persiapan operasional pada hari peluncuran program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (9/12/2025).

Crissanti menjelaskan, proses pencairan dana baru terealisasi beberapa hari terakhir karena antrean panjang di tingkat pusat. Kondisi ini membuat operasional SPPG baru bisa berjalan pada hari peluncuran. “Dana kami baru dicairkan, jadi proses operasional juga baru bisa jalan,” ujarnya.

Dari segi tenaga kerja, SPPG AMEN memiliki alokasi maksimal 47 orang per satu SPPG, namun pada tahap awal program MBG ini pihaknya hanya mengerahkan 27 relawan. Hal ini disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat awal yang tercatat sebanyak 994 anak, dari batas maksimal 1.000.

Untuk kapasitas pengolahan, Jamlean mengaku setiap SPPG hanya dapat memproduksi makanan bergizi sebanyak 2.500 per hari, sesuai aturan teknis. “Aturannya sudah jelas. Satu SPPG hanya bisa menjawab penerima manfaat sebanyak 2.500 per hari,” jelasnya.

MBG AMEN Hoatsorbay melayani seluruh sekolah dalam wilayah Kecamatan Hoatsorbay. Namun distribusi dibatasi oleh aturan jarak maksimal 6 kilometer dan waktu tempuh 30 menit untuk menjaga keamanan pangan. Karena itu, sekolah-sekolah yang dipilih adalah yang terdekat dan mudah dijangkau oleh tim distribusi.

Terkait jam operasional dapur MBG, pihaknya menyesuaikan proses produksi mulai dari waktu pemasakan, pemorsian, hingga pengantaran agar makanan tetap aman dikonsumsi. “Kami atur sebaik mungkin supaya keamanan pangan terjaga. Mulai dari proses persiapan bahan pangan,proses  masak, proses pemorsian, sampai proses distribusi harus sesuai waktunya,” katanya.

Jamlean juga menyoroti keterbatasan bahan baku lokal yang sangat mempengaruhi pihak suplair sebagai penyedia bahan makanan kepada dapur AMEN . menurutnya ketersediaan bahan makanan di wilayah Maluku Tenggara masih menjadi tantangan sehingga pihak suplair harus mencari alternatif pasokan dari luar. 

Dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus memberikan advokasi kepada masyarakat agar bisa mengelola lahan tidur serta memberikan bantuan pemberdayaan kepada masyarakat agar bisa memenuhi kebutuhan pangan lokal pada seluruh SPPG yang ada di wilayah Maluku Tenggara.

Untuk pendistribusian, dapur AMEN Hoatsorbay menyiapkan dua unit kendaraan yang setiap hari mengantar makanan ke sekolah-sekolah sasaran. Pelayanan diberikan setiap hari, termasuk hari Sabtu dengan menu makanan ringan.
SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR