Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah persoalan mendesak mencuat, mulai dari jalan rusak, minimnya penerangan jalan, persoalan sampah, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai sangat mengganggu aktivitas warga.
“Ini menjadi catatan penting dan akan kami dorong agar masuk dalam perencanaan dinas terkait,” tegas Sianturi yang akrab disapa Bro Jhon.
Sianturi menegaskan, reses merupakan amanat undang-undang yang wajib dilaksanakan anggota DPRD sebagai sarana menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pembangunan daerah. Seluruh aspirasi yang disampaikan warga, kata dia, akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Jhon juga mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kota Tual.
“Kami berharap masyarakat tetap terlibat, kritis, dan tidak apatis. Pembangunan akan berjalan baik jika rakyat ikut mengawal,” ujarnya.
Reses tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Kota Tual, staf Sekretariat DPRD, serta pengurus PSI tingkat Kota dan Kecamatan.


