Panitia Natal Nasional 2025 Sukses Gelar Seminar ke-6 di Ambon

Panitia Natal Nasional 2025 Sukses Gelar Seminar ke-6 di Ambon. Foto/dok: istimewa.
AMBON, HARIANMALUKU.com - Panitia Natal Nasional 2025 sukses menggelar Seminar ke-6 di Kota Ambon, tepatnya di Auditorium Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Senin, 15 Desember 2025, siang.

Sebelumnya, Seminar Natal Nasional 2025 juga telah sukses digelar di Bandung (10 Desember 2025), Medan (11 Desember 2025), Manado (11 Desember 2025), Palangkaraya (12 Desember 2025), Ruteng (13 Desember 2025). Dan ke depannya, akan dilanjutkan di Toraja (18 Desember 2025), Merauke (19 Desember 2025), dan puncaknya di Jakarta (3 Januari 2026).

Panitia Natal Nasional 2025, Dr. Weldemina Yudit Tiwery. S.Si.,M.Hum, mengatakan seminar yang di gelar di Ambon mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Judi Online, Kesehatan Mental, dan Keuangan.”

“Subtema tersebut dipilih sebagai bentuk refleksi iman Kristen atas realitas sosial kontemporer, khususnya maraknya praktik judi online yang berdampak langsung terhadap kesehatan mental, kondisi ekonomi, serta ketahanan keluarga,” ujarnya.

Dijelaskan, seminar ke-6 di Kota Ambon ini diisi dengan talkshow isu lokal yang terbagi dalam dua sesi. Pada Sesi I bertajuk “Generasi Muda Maluku Melawan Judi Online: Menangkal Bahaya, Membangun Masa Depan”.

Di mana, panitia menghadirkan tiga narasumber, yakni Wakil Ketua Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI Marthin A. Hutabarat, Ketua MPH Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Periode 2020-2025 Pdt. Elifas T. Maspaitela, dan Walikota Ambon Bodewin Watimena.

“Pada sesi ini para narasumber menegaskan bahwa judi online merupakan ancaman serius bagi generasi muda, keluarga, dan ketahanan sosial masyarakat Maluku,” ungkapnya.

Sementara itu, Talkshow Sesi II menghadirkan perspektif multidisipliner melalui paparan Dosen FKIP Universitas Pattimura (Unpatti) sekaligus psikolog Dr. Theopanny P. T. Rampisela, S.Psi., M.Ed., Pakar Komunikasi dan Kebebasan Beragama Pdt. Sonny Situmorang, D.Min., dan Dosen Fakultas Hukum Unpatti Dr. Renny H. Nendissa, S.H., M.H.

“Kalau di sesi ini para pembicara menyoroti dampak judi online terhadap kesehatan mental, kerentanan ekonomi keluarga, serta konsekuensi hukum yang tegas bagi para pelaku,” terang Tiwery.

Dikatakan, kegiatan ini mengusung tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang terinspirasi dari Matius 1:21 – 24, sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pembentukan karakter, iman, dan ketahanan sosial bangsa.

“Rangkaian seminar ini merupakan bagian dari agenda resmi Natal Nasional 2025 yang tidak hanya berfokus pada diskursus akademik dan refleksi iman, tetapi juga diwujudkan melalui aksi sosial berskala nasional,” jelas Tiwery.

Menurutnya, panitia mencatat berbagai program kemanusiaan yang telah dan akan dilaksanakan, antara lain penyaluran 10.000 paket bantuan sosial, bantuan tanggap bencana di Sumatera dan Jawa Timur, pemberian beasiswa di 10 wilayah prioritas senilai Rp10 miliar, perbaikan 100 gereja, serta bantuan 35 unit ambulans di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia.

Total nilai bantuan yang telah dan akan disalurkan mencapai lebih dari Rp40 miliar dan seluruhnya tidak menggunakan dana APBN. Hingga saat ini, dana gotong royong yang berhasil dihimpun mencapai Rp62 miliar, hasil solidaritas lintas iman dari umat Kristiani, Muslim, Buddha, serta masyarakat umum dari berbagai latar belakang sosial.

“Panitia juga menetapkan komposisi penggunaan dana sebesar 70 persen untuk bantuan sosial dan 30 persen untuk penyelenggaraan kegiatan,” paparnya.

Pelaksanaan Seminar Natal Nasional 2025, sambung Tiwery, dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga keagamaan, universitas, organisasi kepemudaan, serta pemerintah daerah. Sehingga, panitia berharap seminar ini mampu memetakan tantangan nyata yang dihadapi keluarga-keluarga Indonesia, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama.

“Melalui pelaksanaan seminar ini, panitia berharap lahir gerakan moral dan sosial yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan keluarga, serta menegaskan peran strategis anak muda Maluku sebagai garda terdepan dalam melawan judi online dan membangun Maluku yang sehat, bermartabat, serta berlandaskan nilai iman dan kebangsaan,” harapnya.

Dan hasil rangkaian seminar nasional tersebut direncanakan akan diterbitkan dalam bentuk buku elektronik (e-book) agar dapat diakses secara luas dan memberi dampak berkelanjutan bagi keluarga Indonesia di tengah tantangan zaman.

Pada puncak kegiatan Seminar ke-6 di Ambon ini, sebanyak 1.000 anak muda Maluku mendeklarasikan penolakan terhadap praktik judi online yang disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Rektor UKIM, tokoh gereja, pimpinan organisasi kepemudaan, serta para tamu undangan, dan ditandai dengan penandatanganan spanduk deklarasi sebagai simbol komitmen bersama.

“Dari Universitas Kristen Indonesia Maluku, bersama anak muda Maluku, kami menyatakan menolak judi online,” demikian bunyi deklarasi yang disampaikan secara serempak.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan pementasan drama teatrikal yang menggambarkan realitas sosial keluarga masa kini, khususnya dampak judi online terhadap relasi keluarga dan masa depan anak muda.

Selain itu, seminar ini diikuti oleh mahasiswa, pemuda lintas gereja, aktivis organisasi kepemudaan, akademisi, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah sebagai wujud kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif dan tanggung jawab bersama untuk melawan judi online.

Dalam sambutannya pada closing ceremony, Gubernur menyampaikan apresiasi atas inisiatif Panitia Natal Nasional 2025 yang berhasil mengintegrasikan ruang edukasi, refleksi iman, dan gerakan sosial.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku untuk berperang melawan praktik judi online yang dinilai merusak sendi-sendi keluarga dan masa depan generasi muda.

“Keluarga merupakan unit terkecil sekaligus pilar utama pembangunan daerah, sehingga praktik judi online harus dilawan secara kolektif karena dampaknya yang merusak keluarga dan masa depan generasi muda,” tegasnya.

Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan. 

“Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh.” tutup Maruarar.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR