Kegiatan ini menjadi langkah perdana pengurus baru DPC GAMKI Malra usai dilantik sehari sebelumnya. Acara turut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Martin Philip Sinurat, Ketua DPD GAMKI Maluku Samuel Patra Ritiauw, Ketua DPC GAMKI Malra Cristo Beruat, serta anggota DPRD Malra dan Kota Tual.
Ketua Umum DPP GAMKI Sahat Sinurat menyebut, penanaman pohon pala menjadi simbol semangat GAMKI untuk terus tumbuh dan memberi manfaat bagi masyarakat. “Cengkeh dan pala adalah ciri khas Maluku yang dulu membuat bangsa Eropa datang mencari rempah-rempah. Semoga pohon yang kita tanam ini tumbuh subur seperti semangat GAMKI di Maluku Tenggara,” ujarnya.
Sahat menambahkan, pala memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat menjadi komoditas unggulan baru bagi Maluku Tenggara. Ia berharap ke depan daerah ini tak hanya mengandalkan kopra, tetapi juga mengembangkan produk lokal lain seperti pala, cengkeh, dan hasil perikanan.
“Biasanya kapal tol laut ke wilayah timur membawa barang dari Jawa, tapi pulangnya kosong karena minim produk lokal. Harapannya, dari Maluku Tenggara bisa dikirim pala, cengkeh, dan hasil laut untuk menambah pendapatan daerah,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah dan Kementerian Kehutanan agar program penghijauan dan pelestarian lingkungan bisa terus berlanjut.
Adapun anakan pohon Pala yang ditanam GAMKI berjumlah 15 pohon. Pohon pala sendiri mulai berbuah pada usia 5–7 tahun dan mampu berproduksi kurang lebih 20 tahun. Tanaman ini cocok tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 0–700 mdpl dan suhu 20–30°C, serta ideal ditanam dengan jarak 9x9 meter agar tumbuh optimal.


