Setahun Kasus Kematian Kepala Ohoi Rahareng Bawah, Keluarga Kecewa Polisi Belum Tuntas Tangani

Fatima Fadirubun, istri dari almarhum Said Sarkol. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, MALUKU TENGGARA – Kasus kecelakaan tunggal yang menewaskan Kepala Ohoi Rahareng Bawah, Said Sarkol, pada 15 Agustus 2024 lalu hingga kini belum juga menemukan titik terang. Pihak keluarga mengaku kecewa lantaran berkas perkara belum dilimpahkan ke kejaksaan meski sudah lebih dari satu tahun.

Fatima Fadirubun, istri almarhum Said Sarkol, menilai Polres Maluku Tenggara, khususnya Satuan Lalu Lintas, tidak serius dalam menangani kasus tersebut. “Sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya sangat kecewa dengan kasat lantas. Dari awal tidak ada keseriusan, mereka hanya mendorong ke arah perdamaian. Padahal ini menyangkut hilangnya nyawa,” tegas Fatima saat ditemui wartawan Jumat (22/8).

Ia menjelaskan, kondisi jasad almarhum saat ditemukan menimbulkan tanda tanya. Meski terlempar hingga sekitar 20 meter dari lokasi, wajah dan siku almarhum tidak mengalami luka berarti. Hanya ibu jari kaki yang mengalami cedera parah serta goresan di betis. “Itu yang membuat kami curiga dan meminta rekonstruksi ulang, tapi permintaan kami tidak ditindaklanjuti,” jelasnya.

Menurut Fatima, pihak keluarga telah menyerahkan bukti foto kondisi korban ke penyidik. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut. Ia bahkan menyebut pihak kepolisian beralasan rekonstruksi baru akan dilakukan setelah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

Keluarga juga menolak jika ada upaya meringankan pasal terhadap terduga pelaku. “Kami minta jangan ada pasal meringankan. Ikuti saja bukti yang ada. Tapi sampai sekarang berkas perkara pun belum dilimpahkan ke kejaksaan,” tambah Fatima dengan nada kecewa.

Ia juga menyinggung adanya dugaan keterangan berbeda yang muncul dari pihak kepolisian terkait kronologi kecelakaan. Bahkan, sempat beredar klaim dari Sekretaris Ohoi Ohoinangan bahwa almarhum sedang balapan dengan pelaku sebelum kecelakaan terjadi. “Pernyataan itu membuat kami semakin bingung, karena tidak pernah dikonfirmasi dengan jelas,” katanya.

Sejak awal, lanjut Fatima, keluarga telah berupaya kooperatif dengan pihak kepolisian. Namun, lambannya penanganan membuat mereka khawatir kasus ini akan dibiarkan begitu saja. “Sudah setahun lebih, tapi berkas perkara belum juga diproses. Kami hanya ingin ada keadilan untuk almarhum,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Maluku Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan kasus tersebut.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR