Kegiatan yang dipimpin langsung Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun tersebut dihadiri Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan dan anggota DPRD, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), ASN serta masyarakat.
Wer Warat merupakan kearifan lokal masyarakat Kei yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini memanfaatkan fenomena surutnya air laut atau meti untuk menangkap ikan secara tradisional menggunakan tali yang diikat daun kelapa putih.
Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun menyebut tradisi Wer Warat merupakan bagian dari identitas budaya Maluku Tenggara yang perlu dilestarikan dan diperkenalkan hingga ke tingkat nasional.
“Kalau tahun lalu itu terlalu ramai, tahun ini dari kita, oleh kita, untuk kita,” kata Thaher.
Menurutnya, penangkapan ikan dengan Wer Warat punya ciri khas tersendiri bagi masyarakat Kei. Selain hasil tangkapannya yang melimpah, semua ukuran dan jenis ikan bisa tertangkap hanya dalam sekali penangkapan.
“Kita coba angkat Meti Kei ini sebagai salah satu khas Maluku Tenggara untuk kemudian kita angkat di tingkat nasional,” ujarnya.
Thaher juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Ohoi Elaar Lamagorang, khususnya para nelayan tradisional yang terlibat dalam kegiatan penangkapan ikan tersebut.
Selain Wer Warat, kegiatan tersebut turut menampilkan Walang Literasi sebagai bagian dari upaya memperkenalkan program penguatan budaya literasi di Maluku Tenggara.
Bupati menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan dalam rangkaian FPMK 2026.
Pelaksanaan Wer Warat merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjaga keberlanjutan tradisi leluhur Kei sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat luas.


