Gerardina Elsoin: Meti Kei Bukan Sekadar Festival, tetapi Warisan Adat Orang Kei


LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Kepala SMK Xaverius Ambon, Gerardina Elsoin, S.Pd., M.Si., berharap Festival Pesona Meti Kei (FPMK) terus dilaksanakan dan dipertahankan sebagai upaya melestarikan adat istiadat serta budaya masyarakat Kepulauan Kei.

Menurut Gerardina, Meti Kei bukan sekadar kegiatan pariwisata, melainkan bagian dari kekayaan tradisi masyarakat Kei yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

“Semoga Meti Kei ini terus dilanjutkan dan dipertahankan, karena ada adat istiadat kita yang perlu ditingkatkan dan dilestarikan. Meti Kei ini sangat baik sekali,” kata Gerardina saat ditemui di sela-sela tur rombongan SMK Xaverius Ambon di Ohoi Danar Sare, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (22/10/2026) sore.

Gerardina menjelaskan, kunjungan rombongannya ke Kepulauan Kei tidak hanya bertujuan untuk berwisata, tetapi juga mempererat hubungan antar satuan pendidikan.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan SMK Xaverius Ambon melakukan tur bersama SMA Negeri 1 Kota Tual, SMA Negeri 3 Maluku Tenggara, dan SMA Sanata Karya Langgur. Kunjungan bersama SMA Negeri 1 Kota Tual merupakan kunjungan balasan.

Rombongan juga mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan Kepulauan Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, termasuk Goa Hawang, sebelum melanjutkan perjalanan ke Ohoi Danar Sare yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan anggota rombongan.

Gerardina mengungkapkan, rombongan berada di Kepulauan Kei selama tiga hari dan dijadwalkan kembali menggunakan kapal pada Jumat (23/10/2026).

Terkait pelaksanaan Wer Warat atau penangkapan ikan secara tradisional dalam rangkaian FPMK 2026 di Pantai Hoar Ngan, Ohoi Danar Sare, Gerardina mengaku tidak sempat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung. Namun, ia telah menerima informasi mengenai pelaksanaannya.

Ia berharap tradisi seperti Wer Warat terus dipertahankan karena mengandung nilai adat dan kebersamaan yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kei.

Pelaksanaan Festival Pesona Meti Kei diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.

Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, lembaga pendidikan, dan generasi muda agar tradisi Kepulauan Kei tetap hidup dari generasi ke generasi.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR