Hal tersebut disampaikan Letkol Inf Andi Agussalim saat memberikan paparan dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Kebangsaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun Anggaran 2026 di Aula Makodim 1503/Tual, Rabu, 2 September 2026.
Dandim meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan melalui pembayaran atau jalur khusus.
"Saya tegaskan, untuk masuk TNI tidak ada bayar-bayar. Kalau ada yang meminta atau menjanjikan kelulusan, silakan dilaporkan," tegasnya.
Menurutnya, kelulusan peserta seleksi harus ditentukan oleh kemampuan dan hasil seleksi, bukan karena membayar kepada oknum tertentu.
Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda, Kodim 1503/Tual sebelumnya telah menyediakan bimbingan belajar dan pembinaan bagi anak-anak yang ingin mengikuti seleksi TNI maupun Polri.
Pembinaan tersebut meliputi persiapan fisik, jasmani, serta pembinaan psikologi untuk membantu peserta mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi.
Dandim menyebut program tersebut telah menunjukkan hasil. Pada salah satu gelombang seleksi sebelumnya, terdapat tujuh peserta binaan yang berhasil dinyatakan lulus.
"Kalau ada anak-anak atau keluarga yang mau daftar, silakan datang ke Kodim. Nanti kita akan bimbing. Gratis, tidak ada bayar-bayar," ujarnya.
Ia berharap semakin banyak putra-putri daerah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempersiapkan diri secara serius dan mengikuti proses seleksi dengan kemampuan sendiri.
Dandim juga mengingatkan para orang tua agar tidak mudah tergiur oleh tawaran oknum yang mengaku dapat meluluskan anak mereka menjadi anggota TNI.
"Yang meluluskan bukan oknum yang menjanjikan, tetapi karena diri sendiri," katanya.
Program pembinaan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Kodim 1503/Tual terhadap pengembangan sumber daya manusia sekaligus memberikan ruang positif bagi generasi muda dalam mempersiapkan masa depan.


