Dandim 1503/Tual Ingatkan ASN: Narkoba dan Hoaks Bisa Rusak Generasi dan Persatuan Bangsa


TUAL, HARIANMALUKU.com — Komandan Kodim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agussalim mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh elemen masyarakat agar mewaspadai ancaman narkoba, radikalisme, serta penyebaran berita bohong atau hoaks yang dinilai dapat merusak kualitas generasi muda sekaligus mengganggu persatuan bangsa.

Peringatan tersebut disampaikan Letkol Inf Andi Agus Salim saat memberikan paparan pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN Tahun Anggaran 2026 di Aula Makodim 1503/Tual, Rabu (2/9/ 2026).

Menurut Dandim, perkembangan teknologi informasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru. Media sosial, misalnya, dapat menjadi sarana komunikasi dan pertukaran informasi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan ujaran kebencian, provokasi, dan informasi yang belum teruji kebenarannya.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak terburu-buru membagikan setiap informasi yang diterima melalui media sosial.

"Kalau kita mau membagikan berita, harus betul-betul dicek dan diyakinkan kebenarannya. Jangan sampai kita membagikan sesuatu malah membuat provokasi atau membuat suasana menjadi gaduh," tegasnya.

Letkol Inf Andi Agussalim menilai, informasi yang awalnya benar dapat berubah menjadi tidak benar setelah disebarkan tanpa konteks. Sebaliknya, informasi yang salah dapat dianggap benar apabila terus-menerus dibagikan.

Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih memilih merekam suatu peristiwa untuk kemudian disebarkan ke media sosial daripada membantu menangani persoalan yang terjadi.

Dalam situasi bencana, misalnya, masyarakat diharapkan dapat membantu petugas di lapangan, bukan hanya mengejar dokumentasi agar sebuah kejadian menjadi viral.

"Yang perlu kita tangani adalah bencana yang ada di depan kita atau kejadian yang ada di depan kita," ujarnya.

Narkoba Disebut Musuh Besar

Selain hoaks, Dandim memberikan perhatian serius terhadap penyalahgunaan narkoba yang dinilai dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

Menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi persaingan global. Karena itu, generasi muda harus dijauhkan dari narkoba dan berbagai bentuk penyalahgunaan zat terlarang.

"Narkoba ini merupakan musuh besar bagi kita. Mari kita sama-sama mengingatkan generasi muda dan diri kita sendiri untuk menghindari hal seperti ini," katanya.

Ia menegaskan bahwa lingkungan TNI juga terus diberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba. Bahkan, menurutnya, prajurit yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba akan menghadapi konsekuensi hukum dan disiplin yang tegas.

Letkol Inf Andi Agussalim juga mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikalisme dan terorisme.

Jika ditemukan indikasi penyebaran ajaran yang berpotensi mengancam persatuan dan keamanan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Jaga Citra Daerah

Dandim turut mengingatkan agar masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial karena informasi negatif yang terus disebarluaskan dapat memengaruhi citra daerah.

Menurutnya, persoalan kecil yang terus diviralkan tanpa konteks dapat berkembang menjadi persoalan besar dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap suatu daerah.

Sebaliknya, informasi positif mengenai potensi daerah, pembangunan, budaya, pariwisata, dan berbagai aktivitas masyarakat dapat membantu membangun citra daerah yang lebih baik.

"Kita sama-sama menghindari berita-berita yang kebenarannya tidak betul. Jangan asal mengirim dan akhirnya membuat opini-opini negatif," pesannya.

Dandim berharap penguatan karakter kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penggunaan media sosial, lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR