Dandim 1503/Tual: Jangan Ada Ego Sektoral, Bangun Daerah Butuh Gotong Royong


TUAL, HARIANMALUKU.com — Komandan Kodim 1503/Tual Letkol Inf Andi Agus Salim menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilakukan oleh satu institusi atau kelompok saja. Menurutnya, dibutuhkan sinergi dan semangat gotong royong antara TNI, Polri, pemerintah, ASN, dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Dandim dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Karakter Kebangsaan bagi ASN Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Makodim 1503/Tual, Rabu (2/9/2026).

Dandim mengatakan, semangat gotong royong merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang telah diwariskan para pendahulu. Nilai tersebut harus terus dipertahankan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan kehidupan berbangsa.

"Tidak boleh ada ego sektoral. Semuanya memiliki peran yang sangat penting," tegasnya.

Menurutnya, setiap unsur memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang merasa paling hebat atau paling berperan dalam pembangunan.

Ia mencontohkan berbagai persoalan di daerah, termasuk penanganan bencana dan kebakaran, yang membutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, dan masyarakat.

"Kalau tanpa dukungan dari Bapak dan Ibu sekalian, mustahil kita dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepada kita," ujarnya.

Integritas Harus Dimulai dari Pemimpin

Dalam penguatan karakter kebangsaan, Dandim menempatkan integritas sebagai salah satu nilai penting yang harus dimiliki setiap aparatur.

Ia menjelaskan, integritas berarti adanya kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan.

Karena itu, seorang pemimpin harus memberikan contoh dan keteladanan kepada bawahannya.

"Nilai integritas ini menjadi poin yang sangat luar biasa. Apa yang kita ucapkan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan," katanya.

Ia mengingatkan, keteladanan pemimpin sangat menentukan pembentukan budaya kerja dalam sebuah organisasi. Jika seorang pemimpin tidak memberikan contoh yang baik, hal tersebut dapat memengaruhi perilaku bawahannya.

Selain integritas, Dandim menyebut lima nilai karakter yang perlu diperkuat, yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

Nilai-nilai tersebut, kata dia, perlu diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Dandim juga mengajak ASN dan masyarakat memperkuat wawasan kebangsaan dengan berpegang teguh pada Pancasila, persatuan dan kesatuan, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, keberagaman Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga. Meskipun masyarakat Indonesia berbeda suku, bahasa, budaya, dan latar belakang, seluruhnya tetap berada dalam satu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Wawasan kebangsaan menjadi kunci penguatan kebinekaan, toleransi, dan nasionalisme," ujarnya.

Ia menilai ancaman terhadap persatuan bangsa saat ini tidak hanya datang dalam bentuk konflik secara langsung, tetapi juga melalui informasi dan isu yang berkembang di ruang digital.

Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan menyaring informasi serta tidak mudah terprovokasi.

Kodim Buka Pembinaan Calon Prajurit

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan bahwa Kodim 1503/Tual terus mendorong pembinaan generasi muda, termasuk melalui program bimbingan belajar gratis bagi anak-anak yang ingin mengikuti seleksi TNI maupun Polri.

Ia menegaskan, proses penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya dan tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan dengan imbalan tertentu.

Kodim, kata dia, memberikan pembinaan secara gratis, mulai dari persiapan fisik, jasmani hingga psikologi.

"Kalau ada anak-anak atau keluarga yang mau daftar, silakan datang ke Kodim. Nanti kita akan bimbing. Gratis, tidak ada bayar-bayar," tegasnya.

Ia berharap program tersebut dapat menjadi ruang pembinaan positif bagi generasi muda sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi secara sehat dan transparan.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri Kapten Inf Ode (Pasi Pers) Kodim 1503/Tual, Kapten Inf Aridjal (Pasi Ter), Kapten Inf Musa (Pasi Intel), Lettu Inf Rahadat (Pasi Log), dan Letda Ckm Bambang (Kapolkes) Kodim 1503/Tual.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR