Pesan itu disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Maluku Tenggara, Kace E. Ubro, S.Pd., M.Si., yang mengajak seluruh pemain, suporter, dan masyarakat untuk menjaga sportivitas, keamanan, serta ketertiban selama pertandingan berlangsung.
Kace menegaskan, kemenangan memang menjadi target dalam setiap pertandingan. Namun, ambisi meraih kemenangan tidak boleh mengorbankan persahabatan maupun persaudaraan antarpemain dan masyarakat.
“Saya mengajak seluruh pemain untuk bertanding secara sportif. Jangan hanya mengejar kemenangan, tetapi mari kita jadikan pertandingan ini sebagai momentum untuk mempererat kekeluargaan, persahabatan, dan kekompakan kita sebagai masyarakat Maluku Tenggara,” ujar Kace E. Ubro.
Menurutnya, rivalitas cukup terjadi di dalam lapangan. Setelah pertandingan berakhir, seluruh pemain dan pendukung harus kembali sebagai saudara.
Ia juga meminta suporter memberikan dukungan secara sehat dan tidak melakukan tindakan provokatif yang berpotensi menimbulkan gesekan.
“Bukan hanya pemain yang harus sportif, tetapi penonton dan suporter juga harus demikian. Mari kita sama-sama menjaga keamanan pertandingan ini. Berikan dukungan dengan cara yang sehat dan bermartabat,” tegasnya.
Kace mengingatkan bahwa dalam olahraga selalu ada pihak yang menang dan kalah. Karena itu, hasil pertandingan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merusak hubungan kekeluargaan.
“Juara akan berganti, tetapi persaudaraan kita sebagai orang Maluku Tenggara harus tetap kuat,” katanya.
Ia pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Bupati Cup. Turnamen tersebut dinilai menjadi wadah positif bagi generasi muda sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai kecamatan, desa/ohoi, dan komunitas dalam suasana kebersamaan.
Kace berharap seluruh pertandingan Bupati Cup dapat berlangsung aman, tertib, dan meriah dengan tetap menjunjung tinggi fair play.
“Bertanding dengan semangat, menang dengan sportif, kalah dengan terhormat, dan tetap menjadi saudara setelah pertandingan selesai,” pungkasnya.
DPD KNPI Maluku Tenggara mengajak seluruh masyarakat menjadikan Bupati Cup bukan sebagai ruang permusuhan, melainkan sebagai panggung untuk menunjukkan bahwa olahraga mampu memperkuat persatuan, kekompakan, dan persaudaraan masyarakat Maluku Tenggara.


