Petronela menilai pagelaran seni dan budaya tersebut berhasil menerjemahkan tema “Merawat Tradisi dan Menyatukan Negeri” melalui berbagai pertunjukan yang melibatkan generasi muda.
“Saya sangat bangga dengan RRI Fest 2026. Hal-hal yang baik dilantunkan, diucapkan, bahkan diperagakan dalam gerak tari dan semua yang disajikan oleh SMA Negeri 3 menurut saya luar biasa,” kata Petronela usai pagelaran.
Menurutnya, perpaduan tarian, lagu, dan berbagai bentuk ekspresi budaya yang ditampilkan menjadi bukti bahwa semangat RRI Fest 2026 tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam sebuah pertunjukan.
Ia menyebut hampir seluruh keberagaman suku dan budaya direpresentasikan melalui penampilan para siswa. Meski tidak mungkin mengakomodasi seluruh budaya dari 28 provinsi secara utuh, menurut Petronela, representasi yang ditampilkan sudah cukup menggambarkan semangat kebinekaan Indonesia.
“Representasi dari itu sudah menunjukkan bahwa apa yang dibuat oleh RRI Langgur ini luar biasa, dan teristimewa bagi anak-anak muda masa depan negara dan daerah ini,” ujarnya.
Petronela juga mengaitkan semangat tersebut dengan perjuangan para pendiri bangsa dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kalau Pertiwi ini menangis, kita yakin mereka akan menjawab tangisan para pejuang kemerdekaan atau peletak Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Harapkan Estafet Pelestarian Budaya Berlanjut
Petronela berharap nilai-nilai yang telah ditanamkan melalui kegiatan seni dan budaya di SMA Negeri 3 Maluku Tenggara dapat terus dilanjutkan oleh generasi kepemimpinan sekolah berikutnya.
Harapan itu disampaikannya mengingat kepala sekolah SMA Negeri 3 Maluku Tenggara akan memasuki masa pensiun pada Maret mendatang.
Ia berharap kepala sekolah berikutnya bersama para guru tetap mempertahankan dan mengembangkan pendidikan karakter serta kecintaan terhadap budaya yang selama ini telah ditanamkan kepada para siswa.
“Semoga kepala sekolah yang berikut tetap meneruskan apa yang telah ditanamkan oleh kepala sekolah dan para guru,” tuturnya.
Menurut Petronela, pembentukan karakter melalui seni dan budaya merupakan modal penting bagi generasi muda ketika memasuki kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, diharapkan tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat terus diaktualisasikan para siswa ketika mereka dewasa dan berada di berbagai tempat.
“Mereka akan melakukan atau mengejawantahkan itu ketika sudah dewasa, di mana saja mereka berada, bekerja, dan mengaktualisasikan semua itu dalam segala segi kehidupan,” katanya.
Bangga RRI Kembali Bernama RRI Langgur
Selain mengapresiasi RRI Fest 2026, Petronela juga menyambut positif perubahan nomenklatur RRI Tual Maluku Tenggara menjadi RRI Langgur.
Ia mengaku bangga dengan langkah tersebut karena nama Langgur dinilai lebih merepresentasikan identitas daerah Maluku Tenggara.
“Saya bangga sekali kepada RRI, terutama dalam kepemimpinan Parisubun, karena perjuangan untuk mengembalikan nama itu menjadi RRI Langgur,” ujarnya.
Menurutnya, perubahan nama tersebut bukan sekadar persoalan nomenklatur, tetapi memiliki nilai identitas dan kebanggaan bagi masyarakat Maluku Tenggara.
“Ini juga menjadi sebuah kebahagiaan dan kekaguman bagi daerah Maluku Tenggara. Bukan saja kepada pemerintah daerah, tetapi selaku masyarakat kami juga bangga karena nama ini sudah menjadi identitas daerah ini,” katanya.
Petronela berharap keberadaan RRI Langgur semakin dekat dengan masyarakat, termasuk masyarakat di kampung-kampung, sehingga radio publik tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta berbagai potensi budaya daerah.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan RRI sebagai wahana bersama dalam menjaga keberagaman budaya.
“Semoga apa yang dimiliki bukan saja anak-anak SMA, tetapi semua kampung yang mendengar nama ini merasa terpanggil untuk menjadikan RRI sebagai wahana di mana mereka bisa menyampaikan apa saja yang menjadi kemauan atau keinginan mereka,” katanya.
“RRI teristimewa untuk menjaga, untuk merawat tradisi ini dan menyatukan negeri ini,” pungkas Petronela.


