Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan birokrasi Pemkab Maluku Tenggara. Dalam kesempatan itu, Bupati Thaher menegaskan bahwa jabatan yang diberikan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan loyalitas kepada kepentingan daerah.
Salah satu pejabat yang dilantik adalah Drs. Abraham Rayaan, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan kini dipercaya sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Maluku Tenggara.
Sementara Celest Bastian Ngamelubun bergeser dari Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setda Maluku Tenggara menjadi Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maluku Tenggara.
Pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Bupati Maluku Tenggara Nomor 821.22/SK/01/2026. Keputusan itu disebut telah mendapatkan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara.
Dalam sambutannya, Thaher mengingatkan pejabat yang baru dilantik agar tidak menjadikan jabatan sebagai kepentingan pribadi.
“Saya cuma berharap jalankan tugas saja dengan baik. Yang penting adalah loyalitas. Loyalitas kepada siapa? Tanyakan kepada diri sendiri,” tegas Thaher.
Menurutnya, dinamika dan kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas seorang pemimpin. Karena itu, pejabat diminta tetap bekerja secara profesional meskipun menghadapi berbagai penilaian dari masyarakat.
Thaher juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah masih akan melakukan pengisian sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama.
Ia menyebut, terdapat 18 pejabat eselon II yang nantinya akan mengikuti proses berikutnya, dengan penentuan berdasarkan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Kalau kepada daerah ini berarti ya juga kepada kepala daerah,” ujarnya.
Namun, Thaher menegaskan proses pengisian jabatan tidak dilakukan berdasarkan kemauan pribadi. Menurut dia, usulan terlebih dahulu disampaikan kepada Pemerintah Pusat untuk mendapatkan persetujuan sebelum pelantikan dilaksanakan.
“Yang ini kita ajukan dulu ke kementerian. Dong setuju, baru ketong datang, baru ketong lantik,” katanya.
Thaher berharap pejabat yang baru dilantik segera bekerja dan membuktikan kepercayaan yang diberikan melalui kinerja nyata.
Ia menekankan bahwa keberadaan birokrasi harus bermuara pada pelayanan dan kepentingan masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara.
Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Pemerintahan Daerah untuk memperkuat koordinasi serta memastikan roda pemerintahan berjalan efektif. Penataan jabatan dan penguatan aparatur menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik di daerah.


