Pernyataan tegas itu disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Ohoi Ohoiel, Kamis, (6/8/2026) di Gedung Serbaguna Elat.
Bupati mengaku mendapat informasi mengenai sejumlah aset penanggulangan bencana yang belum terdata dan belum dikembalikan ke tempat penyimpanan sebagaimana mestinya.
Ia menyebut aset tersebut antara lain kendaraan operasional, peralatan pendukung kebencanaan, tenda, serta perlengkapan lainnya yang seharusnya siap digunakan ketika terjadi bencana.
“Perlengkapan-perlengkapan yang dimiliki badan bencana itu asetnya. Saya minta untuk dikirimkan kembali,” tegas Bupati.
Bupati meminta BPBD melakukan pendataan secara menyeluruh, termasuk mendokumentasikan kondisi barang dan memastikan seluruh aset berada pada tempat yang semestinya.
Ia bahkan memberikan batas waktu agar persoalan tersebut segera diselesaikan.
“Dalam satu bulan ini harus selesai, barang-barang itu dikumpulkan,” ujarnya.
Menurut Bupati, kesiapan peralatan sangat penting karena bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemerintah tidak boleh baru mencari perlengkapan setelah bencana terjadi.
Ia juga meminta agar kendaraan dan peralatan operasional yang diperuntukkan bagi penanganan bencana tidak digunakan untuk kepentingan pribadi.
Bupati menegaskan, seluruh aset pemerintah harus dikelola secara tertib dan siap digunakan untuk kepentingan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
“Jangan lihat hal-hal yang lama, lihat hal-hal yang baru,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan agar jajaran BPBD memperkuat kesiapsiagaan dan memastikan seluruh sarana penanggulangan bencana benar-benar siap digunakan ketika masyarakat membutuhkan.


