Bupati Thaher: Atlet Maluku Tenggara Harus Punya Target, Program, dan Fasilitas yang Jelas


MALUKU TENGGARA, LANGGUR – Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Tenggara bersama para pelatih segera menyusun program pembinaan atlet secara terukur sebagai persiapan menghadapi berbagai kejuaraan olahraga.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Thaher saat menggelar coffee morning bersama atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga KONI Maluku Tenggara di Taman Landmark Larvul Ngabal, Langgur, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIT itu diawali dengan senam bersama yang dipimpin langsung Bupati Thaher. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi II DPRD Maluku Tenggara Benediktus Fadly Reyaan, Ketua Cabang KONI Maluku Tenggara Marsel Layanan, Kepala Bidang Olahraga Dispora Maluku Tenggara Gino Farneubun, Kepala Bappelitbangda Clemens Welafubun, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bin Raudha Arif Hanoeboen, para pelatih, pengurus cabang olahraga, dan atlet.

Dalam arahannya, Thaher menegaskan bahwa pembinaan atlet tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan. Setiap cabang olahraga harus memiliki program latihan, target prestasi, daftar atlet, tempat latihan, kebutuhan sarana-prasarana, hingga rencana pembiayaan.

“Yang pertama, para pelatih harus siapkan programnya. Program latihan itu sudah termasuk sampai ke target. Terus di dalamnya itu ada sarana pendukungnya, tempat latihan dan lain-lain,” tegas Thaher.

Menurutnya, program latihan harus disusun berdasarkan target pertandingan. Intensitas latihan juga perlu disesuaikan dengan waktu pelaksanaan kejuaraan agar atlet tidak mengalami kelelahan menjelang pertandingan.

“Jangan sampai menjelang pertandingan masih diberikan latihan fisik yang berat. Kalau sudah mendekati pertandingan, latihan harus disesuaikan, lebih banyak stretching dan latihan ringan,” ujarnya.

Thaher mengatakan, program yang jelas juga menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan dukungan anggaran. Pemerintah, kata dia, tidak dapat menyetujui pembiayaan apabila kebutuhan dan target masing-masing cabang olahraga belum disusun secara terukur.

“Saya harus tahu pasti anggarannya ini, latihannya ini, jadwal latihannya ini. Baru kita masuk di anggaran. Anggaran baru saya usulkan untuk disetujui DPRD. Kalau kita semua buta, program tidak ada, uang di kas keluar saja kan tidak mungkin,” katanya.

Ia meminta seluruh pengurus dan pelatih segera menyerahkan program tersebut dalam waktu satu minggu. Program harus mencantumkan target perolehan medali, termasuk target emas, perak, perunggu, maupun target pengalaman bagi atlet yang masih dalam tahap pembinaan.

“Target dulu, baru program, baru biaya penganggarannya. Jadi saya bisa melihat, kalau misalnya atletnya sepuluh, target perolehan medalinya berapa. Kalau targetnya tiga, kenapa atletnya sepuluh? Itu harus jelas,” kata Thaher.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga berdialog langsung dengan sejumlah pelatih mengenai kesiapan atlet dari berbagai cabang olahraga, antara lain renang, catur, tinju, pencak silat, kickboxing, muay thai, wushu, kempo, tenis meja, karate, taekwondo, dan bola voli.

Dari dialog tersebut, sejumlah cabang olahraga telah menyampaikan jumlah atlet serta target medali. Cabang tinju, misalnya, menyiapkan enam atlet dengan target medali emas, sementara kickboxing menyiapkan enam atlet dari kuota KONI dengan target sementara tiga medali emas.

Untuk muay thai, disiapkan enam atlet dengan kuota KONI tiga atlet dan target tiga medali emas. Sementara wushu menargetkan tiga medali emas dari atlet yang dipersiapkan.

Thaher meminta target tersebut tidak sekadar menjadi angka di atas kertas. Target harus diikuti dengan program latihan yang realistis dan dukungan fasilitas yang memadai.

“Kalau target, jangan tiga terus. Harus ada target yang lebih tinggi. Karena kalau ada hambatan atau sesuatu terjadi, kita tetap punya target yang harus dikejar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kelengkapan sarana dan prasarana. Menurutnya, atlet harus mendapatkan fasilitas latihan yang layak, termasuk pakaian, sepatu, perlengkapan pertandingan, serta tempat latihan yang memadai.

“Sarana prasarana, lapangan, pakaian, sepatu dan macam-macam harus dipikirkan dan direncanakan. Jangan sampai satu atlet menggunakan perlengkapan yang bagus, sementara atlet lainnya menggunakan yang tidak layak. Kalau saya pakai yang asli, kamu juga harus pakai yang asli, supaya hasilnya bagus,” tegasnya.

Lebih jauh, Thaher meminta para pelatih dan pengurus menanamkan kebanggaan kepada setiap atlet untuk membawa nama Maluku Tenggara.

“Tanamkan dulu Maluku Tenggara di dada masing-masing. Atlet tidak boleh dikasih beban. Bebannya hanya latihan untuk juara, sementara hal-hal lain jangan dipikirkan oleh mereka,” kata Thaher.

Ia menegaskan atlet harus diberikan ruang untuk fokus berlatih dan meningkatkan prestasi. Sebab, menurutnya, atlet merupakan bagian penting dari masa depan olahraga Maluku Tenggara.

“Kalau coach dan pengurus lalai, berarti kalian menelantarkan atlet. Ingat itu. Pengurus KONI ada karena ada cabang olahraga, pelatih dan pengurus cabang olahraga ada karena ada pemain dan atlet. Jadi jangan hanya bicara, tetapi harus bekerja mulai sekarang,” tandasnya.

Thaher optimistis pembinaan yang dilakukan secara terencana dapat meningkatkan prestasi Maluku Tenggara dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi maupun nasional.

Ia mengakui persaingan dengan daerah lain, khususnya Kota Ambon yang memiliki konsentrasi pembinaan olahraga lebih besar, tidak mudah. Namun, Maluku Tenggara tetap harus berupaya memperbaiki peringkat dan meningkatkan jumlah perolehan medali.

“Target KONI harus memperbaiki peringkat. Kalau sekarang peringkat keenam, kita harus berusaha naik ke peringkat empat, tiga, atau bahkan dua. Kita akui Ambon masih kuat karena banyak hal terpusat di sana, tetapi kita harus bersaing dengan Maluku Tengah, KKT, dan daerah lainnya,” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa olahraga harus dijalani dengan kegembiraan, kemauan, disiplin, dan sportivitas. Ia meminta pelatih tidak hanya berorientasi pada kemampuan fisik, tetapi juga memperhatikan aspek mental dan psikologis atlet.

“Olahraga itu harus gembira, olahraga itu harus niat, olahraga itu harus senang. Atlet harus diberikan motivasi. Menjadi atlet Maluku Tenggara harus menjadi sejarah bagi dirinya sendiri,” pungkas Thaher.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR