Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPPKB Kabupaten Maluku Tenggara, Titus Betaubun, mengatakan stunting bukan semata-mata disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola pengasuhan dalam keluarga. Oleh sebab itu, keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak harus menjadi perhatian bersama.
"Melalui Program GATI, pemerintah ingin mengubah paradigma bahwa pengasuhan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab ibu, tetapi juga membutuhkan peran aktif seorang ayah," ujar Titus dalam laporannya Selasa (28/7).
Ia menjelaskan, Program GENTING mendorong semangat gotong royong masyarakat melalui gerakan orang tua asuh untuk membantu pemenuhan gizi anak yang berisiko stunting. Sementara itu, GATI difokuskan pada penguatan peran ayah sebagai teladan dalam mendampingi tumbuh kembang anak sekaligus mengurangi fenomena fatherless di lingkungan keluarga.
Menurut Titus, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas, sekaligus selaras dengan visi Kabupaten Maluku Tenggara mewujudkan masyarakat yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan menuju Maluku Tenggara Hebat.
Sosialisasi diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Tim Penggerak PKK, kepala puskesmas, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara.
Kegiatan yang mengusung tema "Peran Ayah Hebat untuk Generasi Kuat: Menghapus Fenomena Fatherless dalam Keluarga" dengan menghadirkan Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.S., M.Sc., sebagai narasumber.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya kolaborasi antara ayah, ibu, pemerintah, dan masyarakat dalam mencegah stunting serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.


