Maluku Tenggara Jadi Contoh Pembangunan Keluarga Berkualitas di Maluku

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Si. (Foto/dok: Irene Cahyani).
LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Kabupaten Maluku Tenggara mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga/BKKBN) Provinsi Maluku atas komitmennya dalam memperkuat pembangunan keluarga berkualitas di Maluku.

Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Maluku, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Si., mengatakan Maluku Tenggara menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai program Pemerintah Pusat, khususnya dalam pembangunan keluarga, pencegahan stunting, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Edi Setiawan dalam pembukaan Sosialisasi program prioritas Kemendukbangga, termasuk GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara Selasa (28/7).

"Saya melihat komitmen Pemerintah Maluku Tenggara sangat luar biasa. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program-program pembangunan keluarga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," ujar Edi.

Ia menjelaskan, Kemendukbangga memiliki sejumlah program prioritas lainnya, seperti Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Lansia Berdaya (SIDAYA).

Program TAMASYA bertujuan menyediakan tempat penitipan anak yang aman dan berkualitas, sehingga para orang tua, terutama ibu yang bekerja, dapat menjalankan aktivitas dengan lebih tenang.

Sementara itu, Program SIDAYA difokuskan untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia melalui kegiatan sekolah lansia, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan keluarga.

Menurut Edi, Maluku Tenggara telah memasuki fase aging population, dengan jumlah penduduk lansia yang hampir mencapai 10 persen. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang agar para lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif.

Selain itu, ia juga mengapresiasi penyusunan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Maluku Tenggara yang telah selesai dan menunggu proses pengesahan.

Edi menambahkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, menjadi salah satu upaya penting dalam percepatan penurunan stunting melalui intervensi gizi.

"Kita berharap sinergi ini terus berjalan sehingga keluarga di Maluku Tenggara semakin sehat, mandiri, dan berkualitas," tutupnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR