Pembukaan turnamen ditandai dengan seremoni tendangan bola yang dilakukan Mendagri bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Manajer Persib Umuh Muchtar.
Di hadapan sekitar 23 ribu penonton yang memadati stadion, Mendagri mengatakan tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola diyakini akan memberikan efek positif bagi perekonomian. Menurutnya, perputaran ekonomi di sekitar pertandingan dapat meningkatkan pendapatan pelaku UMKM.
"Kita harapkan efek waktu piala dunia kemarin menjadi hiburan bagi rakyat di seluruh Indonesia. Dan ekonomi juga saya yakin akan tumbuh," ujar Tito kepada awak media sebelum kick off pertandingan.
Selain memberikan hiburan, Mendagri menilai Piala Presiden juga menjadi ajang pembinaan dan pencarian bakat bagi pesepak bola nasional. Ia berharap kompetisi tersebut mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas yang kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengungkapkan penyelenggaraan tahun ini berlangsung lebih meriah. Hadiah bagi juara juga meningkat dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar. Ia turut mengapresiasi penataan area UMKM di sekitar stadion yang dinilai semakin baik dan ramai dikunjungi masyarakat.
Sebelum melakukan kick off, Mendagri bersama Menteri PKP meninjau stan-stan UMKM di kawasan Stadion Si Jalak Harupat. Keduanya juga menyempatkan diri mencicipi berbagai kuliner yang dijual para pelaku usaha sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kerakyatan.


