Pernyataan tersebut disampaikan saat melepas Kontingen Jambore Nasional ke-XII Tahun 2026 Kwartir Cabang Maluku Tenggara di Aula Kantor Bupati Langgur Rabu (15/7).
Menurut Bupati, pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi harus dibangun melalui kegiatan yang melatih disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemandirian seperti Gerakan Pramuka.
Ia bahkan meminta agar seluruh sekolah jenjang SD dan SMP di Kabupaten Maluku Tenggara mengaktifkan kembali kegiatan kepramukaan sebagai bagian dari pembinaan peserta didik.
"Pramuka harus menjadi budaya di sekolah. Semua SD dan SMP harus memiliki kegiatan Pramuka yang aktif," tegasnya.
Bupati menilai tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks, terutama akibat perkembangan teknologi dan penggunaan telepon genggam yang berlebihan sehingga diperlukan pendidikan karakter yang lebih kuat.
Menurutnya, Jambore Nasional menjadi tempat terbaik untuk menempa mental peserta agar mampu hidup mandiri, menghargai waktu, bekerja sama, dan memiliki semangat kebangsaan.
Ia berharap peserta yang kembali dari Cibubur mampu menjadi contoh positif di sekolah maupun di lingkungan masyarakat serta ikut menghidupkan kembali semangat kepramukaan di Maluku Tenggara.


