Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara untuk meningkatkan kualifikasi akademik guru sekaligus memperkuat mutu layanan pendidikan di daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara Bin Raudha Arif Hanoeboen dalam sambutannya mengatakan, peningkatan kualitas guru merupakan kebutuhan mendesak mengingat capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan di daerah masih perlu ditingkatkan.
"Melalui program ini kami berharap kualitas pelayanan pendidikan semakin baik karena guru merupakan faktor utama dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, sehat, dan berdaya saing," ujarnya Rabu (1/7).
Ia menjelaskan, peserta berasal dari berbagai program studi, di antaranya Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Jasmani, Pendidikan Masyarakat, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, serta program studi lainnya.
Menurutnya, keikutsertaan guru dari berbagai disiplin ilmu menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh, mulai dari penguatan literasi, numerasi, pendidikan karakter hingga layanan konseling di sekolah.
Dihadapan peserta ujian, Bin Raudha mengingatkan bahwa perjuangan menempuh pendidikan di tengah kesibukan sebagai guru merupakan teladan nyata bagi para siswa.
"Ketika seorang guru terus belajar, sesungguhnya ia sedang mengajarkan kepada murid-muridnya bahwa belajar tidak mengenal batas usia," katanya.
Hanoeboen juga mengakui pelaksanaan program tersebut berlangsung di tengah kondisi efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah daerah. Meski demikian, Pemkab Maluku Tenggara tetap berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi guru.
Pemerintah Daerah bahkan berharap kerja sama dengan FKIP Universitas Pattimura tidak berhenti pada Program RPL, tetapi berlanjut pada Pendidikan Profesi Guru (PPG), pelatihan tenaga pendidik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai program peningkatan kapasitas guru lainnya.
"Kami ingin semakin banyak guru di Maluku Tenggara yang profesional, memiliki kualifikasi akademik yang memadai, dan mampu meningkatkan mutu pendidikan daerah," tegasnya.
Dirinya optimis seluruh peserta dapat menyelesaikan ujian dengan baik sehingga Kabupaten Maluku Tenggara kembali memiliki lebih dari seratus guru bergelar Sarjana Pendidikan yang siap memberikan pelayanan pendidikan berkualitas kepada generasi penerus.



