Rombongan disambut langsung oleh Ketua Pengurus Harian Itanem Ambon, Patti Wee, bersama jajaran pengurus dan warga Kei di perantauan. Prosesi penyambutan diawali dengan Tarian Sawat yang diiringi tabuhan tifa, gong, dan alunan seruling, kemudian dilanjutkan dengan pengalungan syal kepada perwakilan kontingen sebagai simbol penghormatan sekaligus doa untuk keberhasilan para peserta.
Suasana hangat tersebut menarik perhatian masyarakat yang berada di kawasan pelabuhan. Sorak semangat, iringan musik tradisional, dan kekompakan warga Kei mengiringi langkah kontingen menuju kendaraan yang membawa mereka ke lokasi pemondokan. Momen itu menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Maluku Tenggara, baik di kampung halaman maupun di tanah rantau.
Patti Wee mengatakan, penyambutan itu merupakan bentuk dukungan moril kepada seluruh kafilah yang akan berjuang membawa nama Kabupaten Maluku Tenggara di ajang MTQ tingkat Provinsi Maluku.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Maluku Tenggara yang berdomisili di Kota Ambon untuk bersama-sama memberikan doa dan dukungan kepada para peserta selama pelaksanaan MTQ berlangsung.
Penyambutan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi para kafilah sebelum memasuki arena perlombaan. Dukungan yang mengalir dari masyarakat di perantauan diharapkan mampu menambah rasa percaya diri para peserta untuk memberikan penampilan terbaik di setiap cabang yang diperlombakan.
Lebih dari sekadar seremoni, penyambutan ini menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat Kei yang tetap terjaga di mana pun berada. Semangat Ain ni Ain dan nilai-nilai Larvul Ngabal menjadi perekat yang mengiringi langkah kontingen Maluku Tenggara dalam mengemban amanah daerah, dengan harapan mampu mengukir prestasi dan membawa pulang kebanggaan dari MTQ XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026.


