Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Halaman Makodim 1503/Tual, Senin (1/6/2026). Upacara dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, pimpinan OPD, camat, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang dibacakan Bupati, menegaskan bahwa tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, merupakan pengingat bahwa Pancasila harus menjadi pedoman dalam setiap kebijakan yang menyentuh kehidupan masyarakat.
"Pancasila jangan hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks dalam buku sejarah. Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala daerah dan penyelenggara pemerintahan agar memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, melindungi kelompok masyarakat kecil, serta menjamin tidak ada warga yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan.
Menurutnya, tantangan bangsa saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan teknologi hingga dinamika geopolitik global. Karena itu, Pancasila harus menjadi jangkar moral yang menjaga arah pembangunan nasional.
Upacara berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta untuk memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga persatuan dalam keberagaman.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Maluku Tenggara sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur bangsa harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan Indonesia yang adil, damai, dan sejahtera.


