“Nama Maluku Tenggara harus ada di dalam dada dan hati masing-masing peserta,” tegas Thaher Hanubun saat membuka kegiatan pemusatan latihan yang diikuti para calon peserta MTQ tingkat Provinsi Maluku.
Bupati mengingatkan bahwa para peserta tidak lagi membawa identitas desa atau kecamatan asal. Mereka kini memikul nama besar Kabupaten Maluku Tenggara di ajang bergengsi tingkat provinsi.
“Kita tidak mewakili desa, tidak mewakili kecamatan, tetapi mewakili Maluku Tenggara. Karena itu, seluruh peserta harus memiliki kebanggaan dan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi daerah,” ujarnya.
Menurut Thaher, MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, melainkan wadah syiar Islam dan ajang menunjukkan kualitas generasi Qurani Maluku Tenggara kepada masyarakat luas.
Ia juga meminta para pelatih dan pendamping bekerja secara profesional dan disiplin selama masa pemusatan latihan. Seluruh energi dan perhatian, kata dia, harus difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta agar mampu tampil maksimal saat berlaga nanti.
Selain menekankan pembinaan yang serius, Bupati memastikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara memberikan dukungan penuh kepada seluruh peserta selama mengikuti Training Center hingga pelaksanaan MTQ di Kota Ambon.
“Jangan sampai ada peserta yang mengeluh soal makan, transportasi, atau kebutuhan lainnya. Pemerintah daerah bertanggung jawab mendukung mereka,” katanya.
Optimisme pun disampaikan orang nomor satu di Maluku Tenggara itu. Dengan pembinaan yang terarah, kerja keras para pelatih, serta semangat juang peserta, ia yakin Kafilah MTQ Maluku Tenggara mampu mencatat prestasi lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Thaher bahkan menegaskan target besar yang ingin dicapai, yakni menjadikan Maluku Tenggara sebagai salah satu kekuatan utama MTQ di Provinsi Maluku.
“Target kita, Maluku Tenggara berprestasi untuk Maluku, dan Maluku berprestasi untuk Indonesia,” pungkasnya.


