Tidak hanya berdialog dengan masyarakat, Bupati juga memilih menaiki angkutan umum untuk melihat secara langsung kondisi transportasi publik yang setiap hari digunakan warga. Kesempatan itu dimanfaatkannya untuk berbincang dengan para penumpang dan sopir angkot guna mengetahui berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Dalam percakapan tersebut, para sopir menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kondisi pendapatan harian hingga tantangan memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat. Bupati mendengarkan setiap masukan secara langsung sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Usai menyerap aspirasi warga dan para sopir angkutan umum, Thaher Hanubun melanjutkan kegiatannya ke Ohoi Ohoitel Puncak. Di sana, ia menghadiri sekaligus ikut bergotong royong dalam proses pengecoran dak Masjid Nurul Sholeh yang sedang dibangun oleh masyarakat setempat.
Tanpa ragu, Bupati membaur bersama warga, mengangkat material dan membantu proses pengecoran. Kehadirannya tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan rumah ibadah, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong yang telah lama menjadi budaya masyarakat Maluku Tenggara.
Warga yang hadir mengaku senang dan bangga melihat pemimpin daerah turun langsung membantu pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Menurut mereka, kehadiran Bupati menjadi motivasi tersendiri untuk menyelesaikan pembangunan masjid secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut sekaligus menggambarkan gaya kepemimpinan Thaher Hanubun yang memilih mendekatkan diri kepada masyarakat, mendengar aspirasi secara langsung, dan hadir dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Dari menaiki angkot hingga ikut mengecor dak masjid, pagi itu menjadi potret nyata bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak selalu dilakukan dari balik meja, melainkan melalui kehadiran langsung di tengah kehidupan warga.


