Dalam dialog interaktif Maluku Tenggara Menyapa di Pro 1 RRI Tual, Rabu (20/5/2026), Muhsin mengakui pelayanan kesehatan di daerahnya masih menghadapi banyak kekurangan.
“Kami mohon maaf apabila pelayanan kesehatan di Puskesmas maupun rumah sakit belum memuaskan. Ini menjadi catatan serius untuk kami benahi,” katanya.
Keluhan warga yang masuk melalui sesi interaktif menyoroti minimnya dokter spesialis di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, persoalan suplai air bersih, hingga keberadaan hewan liar di area rumah sakit.
Muhsin menjelaskan, RSUD Karel saat ini sedang dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan pengampu layanan kanker, jantung, stroke, dan urologi.
Fasilitas seperti gedung CT Scan dan ruang Cath Lab untuk jantung telah tersedia, sementara sejumlah dokter spesialis sedang menjalani pendidikan.
“Untuk dokter spesialis anak tahun ini akan bertambah satu lagi, sementara dokter mata diproyeksikan tersedia pada 2027,” ujarnya.
Di sisi lain, kondisi Puskesmas pembantu (Pustu) juga menjadi perhatian. Dari total 34 Pustu, hanya enam dalam kondisi baik, sementara sisanya mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Wilayah kepulauan seperti Kei Besar disebut masih menghadapi tantangan serius dalam akses layanan kesehatan, termasuk keterbatasan transportasi laut untuk evakuasi pasien.
Meski berada dalam tekanan efisiensi anggaran, pemerintah daerah menegaskan sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama.
“Yang paling penting sekarang, masyarakat jangan menunggu sakit. Gunakan fasilitas cek kesehatan gratis, karena mencegah jauh lebih murah daripada mengobati,” tutup Muhsin.


