Kehadiran rumah sakit terapung ini diproyeksikan menjadi solusi bagi masyarakat di wilayah kepulauan, terutama daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
Langkah awal kerja sama tersebut ditandai dengan audiensi tim doctorSHARE bersama Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat guna membahas peluang kolaborasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Berdasarkan surat resmi doctorSHARE tertanggal 12 Mei 2026, yayasan tersebut menyampaikan rencana menghadirkan layanan medis di sejumlah wilayah Kabupaten Maluku Tenggara melalui operasional RSK Nusa Waluya II.
“Pada tahun 2026, beberapa wilayah di Kabupaten Maluku Tenggara direncanakan menjadi lokasi pelayanan medis Rumah Sakit Kapal,” demikian isi surat permohonan audiensi yang diajukan doctorSHARE.
doctorSHARE sendiri merupakan organisasi kemanusiaan nirlaba yang fokus menyediakan layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah dengan akses layanan medis yang terbatas.
Melalui program ini, rumah sakit kapal doctorSHARE akan membawa pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan umum, layanan yang disiapkan juga mencakup edukasi kesehatan, program promotif dan preventif, hingga tindakan medis tertentu sesuai kebutuhan lapangan.
Bagi masyarakat Maluku Tenggara, program ini menjadi secercah harapan besar. Selama ini, banyak warga di wilayah kepulauan harus menempuh perjalanan jauh, bahkan melintasi laut, hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan atau rujukan medis.
Sebagai bagian dari persiapan, doctorSHARE juga telah menyusun agenda survei lapangan dan koordinasi dengan sejumlah pihak strategis, mulai dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Dinas Kesehatan, RSUD Karel Sadsuitubun, BPJS Kesehatan, PMI, hingga stakeholder di wilayah Kei Besar.
Survei tersebut bertujuan memetakan kebutuhan lapangan, kesiapan fasilitas pendukung, serta memastikan program pelayanan medis dapat berjalan efektif saat direalisasikan.
Jika kerja sama ini terealisasi, maka pelayanan kesehatan di Maluku Tenggara berpotensi memasuki babak baru. Warga tak lagi harus selalu datang ke fasilitas kesehatan yang jauh, melainkan layanan kesehatan yang hadir mendekat ke tempat tinggal mereka.
Dalam materi presentasinya, doctorSHARE menegaskan komitmennya untuk membantu mewujudkan akses kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat Maluku Tenggara.
Kehadiran RSK Nusa Waluya II pun menjadi kabar baik yang layak disambut, terutama bagi warga di Pulau-pulau yang selama ini kerap menghadapi tantangan geografis saat membutuhkan pelayanan kesehatan.


