Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Rabu (13/5) malam, Benhur menegaskan akun tersebut bukan miliknya dan diduga digunakan untuk aksi penipuan maupun penyebaran informasi palsu.
“Teman2 yang baik hati.. Beta sampaikan bahwa ada orang yang membuat akun atas nama beta utk meminta, mendistribusikan informasi palsu, memeras atau mengelabui, menipu atau menggunakan modus tidak bertanggung jawab meminta sesuatu,” tulis Benhur.
Ia meminta masyarakat untuk tidak melayani segala bentuk permintaan dari akun tersebut karena dipastikan palsu.
“Beta minta tolong jang dilayani, itu bukan akun beta. Itu palsu....,” tegasnya.
Akun palsu itu menggunakan nama “Benhur George Watubun” lengkap dengan foto profil dan identitas yang menyerupai akun asli sehingga berpotensi mengecoh masyarakat.
Benhur juga mengingatkan warga Maluku agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus kejahatan digital yang kini marak terjadi melalui media sosial, terutama pencatutan nama pejabat publik untuk kepentingan penipuan.
Masyarakat diminta untuk selalu memastikan keaslian akun sebelum berinteraksi serta segera melaporkan akun mencurigakan kepada pihak berwenang maupun platform media sosial terkait.


