Menurutnya, perayaan Hardiknas tahun ini terasa istimewa dan meriah karena tidak hanya mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Berkualitas”, tetapi juga diperkaya dengan tema lokal yang sarat makna, yakni “Mengukir Adat Kei Menjadi Ilmu, Menenun Bakti bagi Bumi Pertiwi”.
“Tema ini relevan dengan kondisi kita saat ini. Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kita tidak bisa mengabaikan pembentukan karakter anak-anak. Salah satu cara paling efektif adalah dengan membiasakan dan membudayakan nilai-nilai kearifan lokal kepada peserta didik,” ujar Hanoeboen.
Raudha menjelaskan, penguatan nilai budaya Kei menjadi fondasi penting agar generasi muda lebih mengenal, mencintai, dan menghargai identitas budayanya sendiri. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat.
Selain itu, pihaknya juga mengusung konsep parenting dalam rangkaian Hardiknas 2026 dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari pemerintah, guru, peserta didik, hingga orang tua dan masyarakat di tingkat ohoi turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan, dari pembukaan hingga puncak perayaan.
“Tanpa partisipasi semua pihak, kita tidak mungkin mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Karena itu, keterlibatan kolektif menjadi kunci dalam mencetak generasi emas yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hanoeboen menyoroti tantangan era digitalisasi yang semakin kompleks, seperti maraknya hoaks dan ujaran kebencian di media sosial. Kondisi ini, kata dia, menuntut pendekatan yang lebih kuat dalam membentengi karakter generasi muda.
“Diera modern ini kita tidak bisa sepenuhnya membendung arus informasi. Maka salah satu solusi adalah kembali kepada kearifan lokal. Budaya Kei dengan hukum Larul Ngabal sudah ada jauh sebelum konstitusi negara ini disusun. Nilai-nilai itu harus kita hidupkan kembali,” tegasnya.
Ia optimistis, jika sinergi antara pemerintah, adat, dan agama terus diperkuat, maka generasi unggul dari Bumi Larvul Ngabal akan lahir dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Kami mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi memastikan kualitas sumber daya manusia dan mencetak generasi emas yang berdaya saing serta berkontribusi bagi pembangunan daerah,” pungkasnya.


