Pelantikan yang dirangkaikan dengan Diklatsar VI (Pendidikan dan Pelatihan Dasar) itu berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara Rabu (20/5). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Nahdlatul Ulama, pengurus wilayah GP Ansor Maluku, organisasi kepemudaan, tokoh agama, serta ratusan kader Ansor dan Banser.
Momentum ini tak sekadar seremoni pergantian kepengurusan. GP Ansor Maluku Tenggara menegaskan kesiapan mereka menjadi kekuatan pemuda yang aktif menjaga stabilitas daerah, mendukung pembangunan, sekaligus menjadi benteng terhadap ancaman intoleransi.
Ketua GP Ansor Maluku Tenggara mengatakan, pelantikan ini menjadi awal pengabdian besar kader Ansor untuk masyarakat, daerah, dan bangsa.
“Kami mengajak seluruh kader untuk bersama-sama menjaga daerah ini. Ansor harus hadir sebagai organisasi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas dukungan moril maupun materil terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, Ansor bukan sekadar organisasi kepemudaan, melainkan wadah pembinaan generasi muda agar memiliki semangat pengabdian, nasionalisme, dan kepedulian sosial.
PCNU: Jangan Beri Ruang bagi Radikalisme
Pesan paling tegas datang dari Ketua PCNU Kabupaten Maluku Tenggara, H. Ahmad Daharusun, yang mengingatkan kader Ansor agar tidak memberi ruang sedikit pun bagi paham radikalisme dan intoleransi.
“Jangan beri ruang bagi radikalisme dan intoleransi. Itu tugas utama kita sebagai warga Nahdliyin,” tegasnya.
Menurut Ahmad, GP Ansor memiliki tanggung jawab strategis menjaga keseimbangan antara nilai keagamaan, semangat kebangsaan, dan pelestarian budaya lokal.
Ia menilai Maluku Tenggara dengan falsafah Larvul Ngabal memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, yakni menjunjung toleransi, kebersamaan, dan persatuan.
Pelantikan ini, kata dia, harus menjadi momentum memperkuat kaderisasi.
“Ansor harus melahirkan kader yang cerdas secara intelektual, matang secara spiritual, serta siap mengabdi untuk umat dan bangsa,” ujarnya.
Wakil Bupati: Ansor Harus Jadi Agen Perdamaian
Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, saat membacakan sambutan Bupati Maluku Tenggara, menegaskan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh kepada GP Ansor sebagai mitra strategis pembangunan.
Menurutnya, kader Ansor yang militan bukan berarti identik dengan kekerasan, tetapi memiliki keteguhan, disiplin, loyalitas, dan dedikasi dalam pengabdian.
“Kader militan adalah mereka yang menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI, menjaga kerukunan umat, dan menjadi pelopor kebaikan di tengah masyarakat,” kata Charlos.
Ia menilai GP Ansor memiliki posisi penting sebagai agen perdamaian dan motor perubahan sosial di Maluku Tenggara.
Charlos juga menyampaikan pesan sederhana namun kuat kepada para peserta Diklatsar.
“Kalau belum bisa bermanfaat untuk daerah, minimal bermanfaat untuk keluarga. Kalau belum bisa bermanfaat untuk negara, minimal bermanfaat bagi orang di sekitar kita,” pesannya yang disambut tepuk tangan peserta.
Ansor Siap Kawal Maluku Tenggara
Pelantikan pengurus baru ini menjadi sinyal kuat bahwa GP Ansor Maluku Tenggara siap tampil sebagai organisasi pemuda yang aktif, solid, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Melalui penguatan kaderisasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, GP Ansor diharapkan mampu menjadi kekuatan strategis dalam menjaga keamanan sosial, mempererat persatuan, menangkal paham ekstrem, serta ikut mengawal pembangunan daerah.
Ditengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, pesan yang digaungkan dari Langgur jelas bahwa Ansor hadir bukan hanya untuk organisasi, tetapi untuk menjaga agama, bangsa, dan masa depan Maluku Tenggara.


