Kedua prajurit tersebut adalah Serda Pom Aldo Setiawan dan Kelasi Isy Juanly Moot. Mereka menjadi perwakilan Lanal Tual dalam kontingen pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas di wilayah Lebanon Selatan.
Ucapan tersebut disampaikan Danlanal Tual sebagai bentuk dukungan moril dan penghargaan atas kepercayaan yang diberikan negara kepada prajurit Lanal Tual untuk mengemban tugas internasional di bawah panji PBB.
“From Indonesia For World Peace. Selamat bertugas kepada Satgas TNI Konga XXIII-T UNIFIL. Semoga seluruh prajurit diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas negara,” ujar Kolonel Laut (P) Andik Putro Wibowo.
Menurutnya, keterlibatan prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian internasional. Penugasan tersebut sekaligus menjadi kehormatan bagi TNI AL, khususnya Lanal Tual, karena mampu mengirimkan personel terbaik untuk menjalankan tugas mulia tersebut.
Danlanal menegaskan bahwa semangat pengabdian dalam misi perdamaian sejalan dengan nilai-nilai luhur TNI dan filosofi masyarakat Kepulauan Kei, Ain Ni Ain, yang mengajarkan persaudaraan, persatuan, dan hidup berdampingan secara damai.
Ia juga mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar Lanal Tual untuk memberikan doa dan dukungan kepada anggota Satgas Konga XXIII-T agar senantiasa diberikan perlindungan selama menjalankan tugas di Lebanon.
Selain itu, Danlanal berpesan agar seluruh personel yang bertugas dapat menjaga nama baik Indonesia, TNI, dan TNI Angkatan Laut di mata dunia melalui disiplin, profesionalisme, serta dedikasi yang tinggi.
Satgas TNI Konga XXIII-T UNIFIL merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa yang bertugas di Lebanon Selatan. Kehadiran pasukan Indonesia dalam misi tersebut telah menjadi simbol kontribusi aktif bangsa dalam mendukung perdamaian dan keamanan global.
Keikutsertaan dua prajurit terbaik Lanal Tual dalam misi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Maluku Tenggara dan Kota Tual, sekaligus menunjukkan bahwa putra-putra terbaik daerah mampu berkiprah di panggung internasional demi mewujudkan perdamaian dunia.


