Pernyataan itu disampaikan saat tatap muka dengan kepala sekolah dan guru jenjang TK hingga SMP, Hanubun menilai kemampuan membaca merupakan fondasi dasar pendidikan yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau kelas tiga atau kelas empat belum tahu baca, pertanyaannya gurunya ke mana?” kata Hanubun di hadapan peserta Senin (25/5/2026).
Ia menegaskan pendidikan dasar bukan sekadar soal kehadiran fisik guru di sekolah, melainkan tentang hasil nyata dalam proses pembelajaran. Jika kemampuan dasar siswa masih tertinggal, maka harus ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengajaran.
Selain kemampuan akademik, Hanubun juga menyoroti pentingnya pendidikan karakter. Menurutnya, pembentukan karakter peserta didik harus dimulai dari keteladanan guru dalam bersikap, berbicara, dan menjalankan tanggung jawab profesional.
Ia membandingkan pola pendidikan masa lalu yang menekankan penghormatan kepada orang tua dan guru dengan kondisi saat ini yang dinilainya mengalami pergeseran nilai akibat perubahan sosial.
Bupati berharap guru tidak hanya menjadi pengajar materi pelajaran, tetapi juga pembentuk karakter generasi muda Maluku Tenggara agar visi pembangunan sumber daya manusia benar-benar terwujud.


