Selama periode peak season, PELNI Tual mengoperasikan empat kapal penumpang andalan yakni KM Sirimau, KM Tatamailau, KM Labobar, dan KM Dobonsolo dengan total 10 kali call keberangkatan.
Lonjakan penumpang tertinggi terjadi pada 12, 24, dan 30 Maret 2026. Menariknya, puncak arus tidak selalu identik dengan momen mudik. Berdasarkan data terbaru Pelni Tual yang dirilis pada Senin (13/4), menunjukkan jumlah penumpang terbanyak justru terjadi saat arus balik.
Puncak tertinggi tercatat pada 30 Maret 2026 saat KM Labobar diberangkatkan dengan jumlah penumpang naik mencapai 2.206 orang—menjadi angka tertinggi selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
Adapun tujuan favorit para pemudik didominasi rute Ambon, Dobo, Banda, Timika, hingga Makassar, yang memang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Tak hanya itu, program stimulus ekonomi berupa diskon tiket sebesar 30 persen dari pemerintah juga menjadi faktor pendorong tingginya mobilitas masyarakat. Di Cabang Tual, sebanyak 1.227 tiket diskon berhasil terjual dan ludes sebelum masa program berakhir.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terlihat dari cepatnya kuota habis pada 3 April 2026. Kebijakan tersebut dinilai sangat membantu masyarakat untuk mudik dengan biaya yang lebih terjangkau.
Dengan capaian ini, PELNI Cabang Tual menegaskan komitmennya dalam memberikan layanan transportasi laut yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat, khususnya di momen penting seperti Idul Fitri.
Keberhasilan angkutan Lebaran tahun ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya mobilitas dan geliat ekonomi masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya.


