Sebanyak 16 program sosial akan digelar dalam kegiatan tersebut, mulai dari operasi katarak hingga bantuan pendidikan, sebagai bagian dari kunjungan kerja Menteri Sosial ke daerah berjuluk Bumi Larvul Ngabal itu.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Hendrikus Watratan, mengatakan Maluku Tenggara kembali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan bakti sosial berskala nasional.
“Ini merupakan kepercayaan dan berkat luar biasa bagi daerah. Kita harus menyiapkan semuanya dengan maksimal,” ujarnya saat rapat koordinasi di Langgur.
Waktu Persiapan Singkat, OPD Diminta Bergerak Cepat
Watratan mengungkapkan, waktu persiapan kegiatan sangat terbatas, hanya sekitar lima hari efektif. Karena itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta bekerja cepat dan berkoordinasi intensif.
Ia bahkan meminta jajaran untuk menunda skema work from home (WFH) demi memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Kita harus kerja ekstra, termasuk di akhir pekan, agar semua data dan kesiapan lapangan benar-benar matang,” tegasnya.
16 Program Sosial Menyasar Berbagai Kelompok Rentan
Dalam kegiatan tersebut, Kemensos akan membawa sedikitnya 16 program yang menyasar berbagai kelompok masyarakat, di antaranya Operasi katarak, Pemeriksaan kesehatan lansia dan disabilitas, Penanganan dan pembebasan pasung ODGJ, Donor darah dan fisioterapi, Bantuan bagi penderita HIV/AIDS dan kusta, Sidang isbat dan penerbitan dokumen kependudukan, Sunatan massal, Pembayaran tunggakan biaya sekolah, Bantuan alat bantu aksesibilitas, Program kewirausahaan, Penanganan korban perdagangan orang, Peningkatan kapasitas lembaga kesejahteraan sosial dan Program “pekerja sosial goes to school”
Menurut Watratan, beberapa program seperti layanan untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) merupakan hasil perjuangan panjang pemerintah daerah.
“Ini sudah kami upayakan hampir lima tahun, dan akhirnya bisa terlaksana tahun ini,” katanya.
Fokus Validasi Data Agar Tepat Sasaran
“Jangan sampai salah sasaran. Data harus benar-benar valid,” ujarnya.
Dua Rumah Sakit Jadi Lokasi Utama
Pelaksanaan kegiatan kesehatan akan dipusatkan di dua fasilitas, yakni RSUD Karel Sadsuitubun Langgur dan RSUD Pratama Elat. Selain itu, sejumlah lokasi lain di wilayah Kecamatan dan Ohoi (Desa) juga disiapkan untuk kunjungan Menteri Sosial.
Pengamanan dan Logistik Disiapkan Maksimal
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, berbagai instansi telah diberi tugas, mulai dari Dinas Perhubungan untuk mobilisasi peserta, Dinas PUPR untuk sarana prasarana, Dinas Kominfo untuk publikasi, Satpol PP dan TNI-Polri untuk pengamanan VVIP.
Bagian protokol juga diminta intens berkoordinasi dengan tim Kemensos karena agenda kunjungan berpotensi berubah sewaktu-waktu.
Harapan Dorong Program Strategis Daerah
Selain Bakti Sosial, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi Maluku Tenggara untuk mendorong program strategis, termasuk rintisan sekolah rakyat yang telah lama diperjuangkan.
Pemkab Malra berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Ini kesempatan besar bagi daerah. Kita harus sukseskan bersama,” tutup Watratan.
Rakor perdana ini dipandu Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Daerah Maluku Tenggara Titus Betaubun, S.H, M.Si dihadiri Pimpinan OPD, Para Camat, Kabag, Pendamping Desa, Kepala Puskesmas serta Tim dari Sentra Rehabilitasi Sosial Meohai Kendari antara lain:
1. Bpk. Citra Agus Amitra
2. Bpk. Riki Firmansyah
3. Bpk. Pipit Supriyanto Febrian
4. Bpk. Irwanto
5. Ibu Ghina Susanti
6. Ibu Atika Maulani


