Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Kemensos RI dari Sentra Rehabilitasi Sosial Meohai Kendari, Citra Agus Amitra, dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara di Ruang Rapat Kantor Bupati, Kamis (16/4/2026).
Citra menjelaskan, kedatangan Menteri Sosial direncanakan pada 22 April dari Jakarta, dengan kemungkinan transit di Ambon sebelum melanjutkan perjalanan ke Langgur.
“Yang pasti kedatangan Bapak Menteri itu tanggal 22. Seluruh OPD diharapkan siaga untuk penjemputan dan sudah berada di posisi masing-masing,” ujarnya.
Setibanya di Maluku Tenggara, Menteri Sosial tidak langsung menuju penginapan, melainkan akan langsung meninjau sejumlah kegiatan sosial yang sedang berlangsung.
Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan jamuan makan siang serta kunjungan ke berbagai lokasi kegiatan hingga malam hari.
Pada malam harinya, Menteri Sosial dijadwalkan menggelar pertemuan bersama jajaran Pemerintah Daerah serta para pendamping sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Sementara itu, pada hari kedua, 23 April, agenda difokuskan pada kegiatan bebas pasung. Berdasarkan data sementara, terdapat dua kasus di Kabupaten Maluku Tenggara dan delapan kasus di Kota Tual.
Namun, lokasi bebas pasung di Maluku Tenggara dinilai cukup jauh, sehingga kemungkinan besar kegiatan dipusatkan di wilayah Kota Tual.
“Rencananya setelah kegiatan bebas pasung, akan dilakukan penanganan dan rujukan pasien ODGJ ke fasilitas kesehatan di Ambon,” jelasnya.
Usai kegiatan tersebut, Menteri Sosial dijadwalkan mengunjungi Sekolah Rakyat di Kota Tual sebelum kembali ke Jakarta melalui bandara setempat.
Citra menegaskan, rangkaian kegiatan ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung konfirmasi resmi dari protokoler kementerian.
Ia juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memanfaatkan momentum kunjungan ini secara maksimal.
“Ini kesempatan emas, sehingga perlu disiapkan rencana yang matang agar seluruh kegiatan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program bakti sosial terintegrasi Kementerian Sosial yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di sejumlah daerah, termasuk operasi katarak di Kabupaten Seram Bagian Timur pada tahun sebelumnya.


