Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, dalam ucapan selamat datang, Rabu (22/4/2026), menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Angka ini bukan sekadar data. Di baliknya ada wajah-wajah masyarakat yang menunggu kehadiran negara. Ada harapan yang harus dijawab dan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan,” tegas Bupati.
Salah satu layanan utama dalam kegiatan tersebut adalah operasi katarak massal yang diikuti sekitar 198 pasien, dengan tambahan puluhan peserta lain yang masih terus berdatangan. Program ini menjadi harapan besar bagi masyarakat untuk kembali mendapatkan penglihatan yang layak.
Selain operasi katarak, terdapat sedikitnya 16 program sosial lain yang dilaksanakan secara terpadu, di antaranya:
Bupati menekankan bahwa pendekatan terpadu seperti ini menjadi solusi atas kelemahan layanan sosial yang selama ini berjalan terpisah dan kurang berdampak signifikan.
“Selama ini pelayanan sosial berjalan sendiri-sendiri. Hari ini kita ubah dengan pendekatan terpadu yang langsung menyentuh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, dan pekerja sosial agar tidak sekadar hadir dalam kegiatan, tetapi memastikan pelayanan berjalan hingga tuntas.
“Keberhasilan tidak diukur dari banyaknya program, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Layani dengan hati, bukan sekadar kewajiban,” pesan Hanubun.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH). Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan instrumen perlindungan sosial negara, bukan alat politik.
“PKH adalah program negara untuk perlindungan sosial, bukan alat politik. Saya minta pendamping tetap independen dan data penerima harus bersih, tanpa titipan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, meskipun angka kemiskinan di Maluku Tenggara telah turun dari sekitar 36 persen menjadi 21 persen, penurunannya dinilai belum signifikan akibat persoalan validitas data penerima bantuan.
Disisi lain, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas perhatian terhadap masyarakat Maluku Tenggara, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Kehadiran Kemensos hari ini menjawab keterbatasan kami. Dengan kolaborasi, negara bisa hadir lebih kuat dan bermakna bagi masyarakat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Hanubun mengajak seluruh masyarakat dan media untuk menyebarluaskan informasi positif tentang kondisi daerah.
“Sebarkan bahwa Maluku Tenggara aman dan baik-baik saja. Tunjukkan kepada dunia bahwa daerah ini layak untuk dikunjungi dan berkembang,” pungkasnya.


