Jadwal Terbaru KM Sabuk Nusantara 67 Dirilis, Layani Rute Perintis Tual–Ambon hingga April 2026

KM. Sabuk Nusantara 67. Sumber: Facebook.
TUAL, HARIANMALUKU.com – PT Inti Samudera Timur resmi merilis jadwal pelayaran terbaru KM Sabuk Nusantara 67 untuk Voyage 4 (Revisi 2) pada trayek R-79. Jadwal ini berlaku mulai pertengahan Maret hingga awal April 2026 dan menjadi acuan operasional kapal perintis di wilayah Maluku Tenggara dan sekitarnya.

Penetapan jadwal tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP-DJPL 618 Tahun 2025 tentang jaringan trayek pelayaran perintis tahun anggaran 2025. Dalam dokumen yang diterbitkan 28 Maret 2026 di Surabaya, kapal diperintahkan berlayar sesuai rute yang telah ditetapkan tanpa keluar dari jaringan trayek.

KM Sabuk Nusantara 67 dijadwalkan melayani sejumlah pelabuhan strategis, dengan titik awal dari Tual menuju berbagai wilayah di Kepulauan Kei hingga Ambon. Rute pelayaran mencakup Banda Eli, Elat, Toyando, Pulau Tam, Fadol, Pulau Mangur, Kur, Kaimer, Teor, Kesui, hingga Ambon.

Dalam jadwal tersebut, kapal bertolak dari Tual pada 19 Maret 2026 dan tiba kembali di titik yang sama pada 5 April 2026, setelah menempuh puluhan titik singgah. Beberapa pelayaran penting di antaranya rute Tual–Banda Eli, Banda Eli–Elat, hingga konektivitas lanjutan menuju wilayah terpencil seperti Kesui dan Pulau Kumber.

Selain itu, jadwal juga menunjukkan intensitas layanan yang cukup padat, dengan beberapa pelayaran dilakukan dalam waktu yang berdekatan guna memastikan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar di daerah kepulauan.

Pihak operator menegaskan bahwa kapal wajib berlayar sesuai employ yang diterbitkan. Namun demikian, jadwal sewaktu-waktu dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca, keselamatan pelayaran, serta faktor teknis lainnya.

Kehadiran KM Sabuk Nusantara 67 sebagai bagian dari program tol laut dan pelayaran perintis diharapkan terus memperkuat konektivitas antarwilayah, khususnya bagi masyarakat di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) di Provinsi Maluku.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR