Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun, menilai capaian itu menjadi bukti bahwa pengembangan desa wisata di Kepulauan Kei tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga pada kekuatan masyarakat lokal dalam mengelola potensi daerahnya.
Saat ini, Maluku Tenggara memiliki sejumlah desa wisata dengan klasifikasi yang beragam. Dalam data yang dipaparkan Pemerintah Daerah, terdapat 1 desa wisata berstatus maju, 12 desa wisata berkembang, dan 8 desa wisata rintisan.
Desa Wisata Ngilngof tercatat sebagai satu-satunya desa yang telah mencapai kategori maju. Desa ini dinilai berhasil menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan wisata karena memiliki daya tarik yang kuat, fasilitas yang memadai, serta kapasitas menerima kunjungan wisatawan secara lebih terstruktur.
Prestasi besar Ngilngof tercatat dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, di mana desa ini berhasil meraih Juara 1 pada klasifikasi maju. Capaian tersebut menjadi simbol keberhasilan pengelolaan wisata berbasis komunitas di Maluku Tenggara.
Tak hanya itu, Desa Wisata Ngilngof juga kembali menorehkan prestasi pada tahun 2023 dengan meraih Juara 1 Anugerah Pesona Indonesia untuk kategori Promosi Digital.
Penghargaan itu diberikan karena Ngilngof dinilai mampu memanfaatkan platform digital secara efektif dalam memperkenalkan potensi wisata daerah kepada publik yang lebih luas.
Pemerintah Daerah menilai keberhasilan promosi digital tersebut menjadi bukti bahwa desa wisata di Maluku Tenggara mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjawab tantangan promosi pariwisata di era modern.
Sementara itu, Desa Wisata Soinrat juga berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 dengan meraih Juara 2.
Capaian itu tidak lepas dari daya tarik wisata unggulan desa tersebut, terutama Air Terjun Ai Moun Ni Ohoi, yang menjadi ikon wisata alam Soinrat dan berhasil menarik perhatian di tingkat nasional.
Selain keindahan alamnya, faktor keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan fasilitas ramah wisatawan juga menjadi nilai tambah yang memperkuat posisi Soinrat sebagai desa wisata potensial.
Prestasi Ngilngof dan Soinrat menjadi bukti bahwa Maluku Tenggara tidak hanya kaya destinasi, tetapi juga kaya semangat kolaborasi masyarakat dalam membangun pariwisata dari desa.
Jika terus didorong secara konsisten, desa-desa wisata di Kepulauan Kei diyakini akan menjadi kekuatan baru yang mampu mengangkat ekonomi lokal sekaligus memperluas pengaruh pariwisata Maluku Tenggara di tingkat nasional.


