Thaher menegaskan pentingnya menjaga adat dan budaya lokal sebagai fondasi utama dalam pembangunan pendidikan di daerah yang berjuluk Bumi Larul Ngabal tersebut.
“Mari kita pertahankan apa yang kita punya, dan hal-hal baru yang masuk jangan sampai menguburkan nilai-nilai lama yang telah diwariskan leluhur,” tegasnya.
Ia menyoroti kekayaan budaya di 11 kecamatan di Maluku Tenggara yang dinilai memiliki ciri khas masing-masing, termasuk dialek, tradisi, dan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan oleh generasi muda.
Hanubun juga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas Pendidikan, para guru, dan siswa yang telah berpartisipasi aktif selama tiga hari pelaksanaan festival.
“Guru berada di barisan terdepan dalam membentuk karakter anak didik. Karena itu, saya berharap seluruh perbedaan bisa ditinggalkan, dan kita bersatu membangun Maluku Tenggara melalui pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk akses telekomunikasi dan listrik di wilayah Kei Besar yang kini tinggal beberapa desa belum terjangkau.
Menurutnya, kemajuan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal, termasuk melalui inovasi seperti platform digital “Smart MTH” yang dinilai menjadi salah satu keunggulan daerah.
Dikesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian dan persaudaraan yang berakar pada nilai-nilai hukum adat Larul Ngabal.
“Agama mungkin membedakan kita dalam cara beribadah, tetapi rasa memiliki satu sama lain harus tetap abadi,” katanya.
Ia turut mendorong sinergi antara Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, dan instansi terkait untuk menampilkan kekayaan budaya lokal, termasuk melibatkan pelajar dalam menyambut tamu di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur sebagai bagian dari promosi daerah.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh tenaga pendidik untuk membuka lembaran baru mulai 2 Mei, dengan mengedepankan persatuan dan semangat kasih dalam membangun dunia pendidikan.
“Tidak boleh lagi ada perbedaan. Mari kita bangun sinar kasih di antara kita demi Maluku Tenggara yang lebih baik,” tandasnya.
Dengan penuh rasa syukur, Bupati menutup secara simbolis seluruh rangkaian kegiatan lomba, pameran, dan festival pendidikan dalam rangka Hardiknas 2026 ditandai dengan pemukulan Gong.
“Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, saya nyatakan kegiatan ini resmi ditutup,” pungkasnya.


