Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku itu dibuka langsung Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dan dihadiri Pimpinan DPD RI, Kementerian ESDM, SKK Migas, KKKS Inpex Maluku, serta para Kepala Daerah se-Provinsi Maluku.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Komite II DPD RI yang dinilai membuka ruang diskusi strategis terkait tata kelola energi di daerah.
“Ini menjadi forum penting untuk bertukar pikiran dan membahas berbagai persoalan energi di Maluku,” kata Lewerissa.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Maluku telah menyampaikan sejumlah persoalan riil yang dihadapi di sektor energi, yang kemudian mendapat respons positif dari DPD RI dan Kementerian ESDM.
Salah satu isu yang mencuat dalam pertemuan itu adalah pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela yang hingga kini masih menjadi perhatian Pemerintah Daerah.
Menurut Lewerissa, dalam diskusi bersama pihak Inpex sebagai operator proyek, turut dibahas soal kompensasi atau ganti rugi lahan masyarakat.
Meski pihak operator mengacu pada regulasi yang berlaku, Pemprov Maluku menegaskan pentingnya memperhatikan aspirasi masyarakat di tingkat lokal.
“Ada aturan di tingkat desa terkait harga lahan. Ini harus menjadi perhatian agar pembangunan berjalan lancar,” ujarnya.
Gubernur menambahkan, pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan pertukaran gagasan yang dinilai bermanfaat bagi masa depan sektor energi di Maluku.
“Semoga semua berjalan baik dan penuh semangat kebersamaan demi kemajuan Maluku,” tutupnya.


