Hari jelang penutupan pameran dan festival Hardiknas 2026, Bupati mengapresiasi kerja keras Dinas Pendidikan, para guru, siswa, dan orang tua yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Thaher menilai festival ini menampilkan kekayaan budaya Kei, mulai dari tutur adat hingga pertunjukan modern seperti tarian ala Michael Jackson.
“Ini luar biasa. Kita pertahankan budaya lokal, tapi juga terbuka dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Bupati juga menyoroti keberagaman bahasa dan logat di wilayah Kei sebagai kekayaan yang harus dijaga dalam semangat persatuan. Ia bahkan mengajak para siswa dari berbagai daerah untuk berdialog menggunakan logat masing-masing sebagai bentuk edukasi budaya.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada produk UMKM yang dipamerkan. Bupati meminta agar produk-produk tersebut ditampung oleh Dekranasda untuk dipasarkan lebih luas.
“Kalau belanja, datang ke Dekranasda. Itu membantu ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Hanubun juga mengingatkan pelaku UMKM agar menetapkan harga yang terjangkau agar produk lebih diminati masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut memborong sejumlah produk UMKM masyarakat sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku usaha lokal di daerah.
Festival ini turut dihadiri Wakil Bupati Charlos Viali Rahantoknam, Penjabat Sekda Rasyid, serta jajaran OPD, Camat, Kepala Ohoi, Guru, Siswa, dan masyarakat.


