Kegiatan ini menjadi perhatian karena tidak hanya menyasar aparat desa, tetapi juga melibatkan unsur masyarakat secara lebih luas, termasuk penyandang disabilitas, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta tenaga pendidik.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Maluku Tenggara, Endang B. Etwiory, mengatakan seluruh 18 ohoi di Kecamatan Kei Kecil Timur diikutsertakan dalam kegiatan tersebut.
“Dari semua ohoi di Kei Kecil Timur kami libatkan. Jadi totalnya ada sekitar 40 peserta,” kata Endang kepada wartawan usai kegiatan.
Menurutnya, pelibatan lintas unsur masyarakat merupakan langkah strategis agar pesan-pesan kebencanaan bisa menjangkau lebih banyak lapisan warga, terutama kelompok yang rentan saat terjadi bencana.
Selain perangkat desa dan masyarakat umum, BPBD juga mengikutsertakan kepala sekolah TK, SD, dan SMP agar edukasi kebencanaan bisa diperkuat sejak lingkungan pendidikan.
“Termasuk juga di Ohoi Rumaat ada penyandang disabilitas yang kami libatkan, kemudian tokoh perempuan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta kepala sekolah,” jelasnya.
Endang menambahkan, pola pelaksanaan kegiatan tidak hanya berupa penyampaian materi, tetapi juga dipadukan dengan simulasi sederhana dan sesi tanya jawab agar peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan.
“Metodenya sosialisasi seperti biasa, lalu ada simulasi dan tanya jawab,” ujarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung selama satu hari. Meski demikian, durasi penyampaian materi dan diskusi disesuaikan dengan situasi di lapangan tanpa dibatasi target waktu yang kaku.
“Pelaksanaannya menyesuaikan dengan situasi dan perkembangan tanya jawab. Jadi selesai dalam satu hari,” katanya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Endang menegaskan bahwa program tersebut merupakan kegiatan internal BPBD Maluku Tenggara. Sementara untuk narasumber, selain dari jajaran BPBD sendiri, turut melibatkan Camat Kei Kecil Timur.
“Ini dari BPBD saja. Narasumbernya dari bidang sendiri sebagai pelaksana kegiatan dan juga Bapak Camat,” ujarnya.
BPBD Maluku Tenggara berharap melalui kegiatan semacam ini, kesadaran masyarakat terhadap ancaman bencana dapat terus meningkat, sehingga warga memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi situasi darurat di wilayah masing-masing.


