Penjabat (Pj) Ohoi Wirin, Mahmud Fernatubun, secara terbuka menyampaikan “bisikan masyarakat” kepada Bupati Maluku Tenggara agar tidak hanya meresmikan gedung, tetapi juga meninggalkan “oleh-oleh” pembangunan.
“Ada bisikan dari masyarakat, ketika Pak Bupati meresmikan gedung ini, pulang harus tinggalkan oleh-oleh. Minimal satu,” ujar Fernatubun disambut senyum hadirin.
“Oleh-oleh” yang dimaksud bukan barang biasa. Fernatubun merinci tiga kebutuhan mendesak warga yang telah diusulkan dalam Musrenbang, yakni pagar Pustu, jalan rabat beton sepanjang sekitar 100 meter menuju lokasi, serta talut penahan pasir.
Menurutnya, talut penahan pasir menjadi kebutuhan paling lama dinantikan masyarakat namun belum juga terealisasi.
“Ini sudah lama kami usulkan, tapi belum juga dieksekusi. Semoga bisa dilirik,” katanya.
Disisi lain, Fernatubun tetap menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas pembangunan Pustu yang dinilai sangat membantu masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.
“Kami berharap kehadiran Pustu ini dapat menjawab persoalan kesehatan, khususnya di Ohoi Wirin dan Kecamatan Hoat Sorbay pada umumnya,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengusulkan agar kepala Pustu dipimpin oleh putri asli Ohoi Wirin yang saat ini berstatus ASN dan telah mengabdi di Puskesmas Wab.
“Kami sudah siapkan, tinggal menunggu restu Bapak Bupati,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fernatubun turut melaporkan progres pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Ohoi Wirin yang telah mencapai sekitar 75 persen.
Mengakhiri sambutannya, Fernatubun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara, atas dukungan penuh hingga Pustu Wirin dapat diresmikan.
“Semoga semua yang dilakukan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.


