Bantuan tersebut diberikan kepada tiga kepala keluarga (KK) warga Muslim Danar yang saat ini masih mengungsi di rumah kerabat mereka akibat kondisi tertentu yang membuat mereka harus meninggalkan tempat tinggal sebelumnya.
Kedatangan Nerius Rahabav sekitar pukul 15.00 WIT tidak hanya membawa bantuan berupa pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa, tetapi juga menghadirkan dukungan moral bagi para pengungsi yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, namun diharapkan mampu sedikit meringankan beban para keluarga terdampak.
“Kami hadir sebagai bentuk kepedulian. Semoga bantuan ini bisa membantu, walaupun tidak besar. Yang terpenting adalah rasa kebersamaan dan kemanusiaan,” ujar Nerius Rahabav Rabu (15/4).
Selain penyaluran bantuan, kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog langsung bersama para pengungsi untuk mendengarkan kebutuhan serta kondisi mereka secara nyata di lapangan.
Suasana haru dan penuh keakraban terlihat dalam pertemuan itu, mencerminkan kuatnya nilai solidaritas dan kepedulian sosial masyarakat di wilayah tersebut.
Nerius juga mengajak pemerintah daerah, masyarakat luas, serta para dermawan untuk ikut serta membantu meringankan beban para pengungsi agar kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Diakhir kegiatan, ia menyampaikan doa dan harapan agar para pengungsi tetap diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian kehidupan.
Aksi sosial ini menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan masih terus hidup di tengah masyarakat Maluku Tenggara.


