Keputusan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin Wakil Wali Kota Tual, Hi. Amir Rumra, Rabu malam (18/3/2026), di kediamannya di kawasan Lodar El, Kecamatan Pulau Dullah Selatan Kota Tual.
Dalam rapat itu, disepakati bahwa takbiran keliling tetap dilaksanakan dengan berjalan kaki, bukan menggunakan kendaraan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api demi menghindari potensi gangguan keamanan.
Kabag Ops Polres Tual, Kompol Laode Arif Jaya, menegaskan pihaknya telah menyiapkan sekitar 300 personel gabungan TNI-Polri untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari malam takbiran hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.
“Pengamanan difokuskan di titik-titik strategis, termasuk di Desa Fiditan yang sebelumnya sempat menjadi perhatian. Kami juga telah mendirikan sejumlah pos pengamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHBI Kota Tual, Hi. Zaky Kabalmay, menyampaikan bahwa pelaksanaan takbiran tahun ini tetap mengedepankan nilai kebersamaan dan toleransi antar umat beragama. Pawai obor sendiri akan melintasi sejumlah kawasan lintas iman sebagai simbol persaudaraan dan toleransi sejati di Kota Tual.
Adapun rute takbiran dimulai dari Masjid Al-Huriyah 45, menuju Lapangan Lodar El, Gereja St. Xevarius Tual, Aspol Lama, Lanal Tual, Alfarizi, Dusun Mangon, dan berakhir di Desa Fiditan.
Senada dengan itu, Ketua MUI Kota Tual, Hi. Ahmad Kabalmay, turut mengimbau masyarakat untuk merayakan Idul Fitri secara sederhana dan tidak berlebihan, terutama dengan menghindari konvoi kendaraan yang berpotensi memicu gesekan sosial.
Seluruh unsur, baik Pemerintah Daerah, aparat keamanan, maupun tokoh agama dan masyarakat, berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif agar perayaan Idul Fitri di Kota Tual berlangsung aman, damai, dan penuh khidmat.


