Dalam dua minggu terakhir, kegiatan ini telah menyasar dua Kecamatan dan sepuluh desa Muslim baik di Kei Kecil maupun di Kei Besar guna membantu warga memenuhi kebutuhan pangan jelang lebaran.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Maluku Tenggara, Jacob P. Ubra, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal distribusi pangan murah, tetapi juga menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di pasar maupun gudang.
“Kegiatan ini akan dilakukan secara berkesinambungan agar harga tetap stabil dan stok aman,” ujarnya.
Berbagai komoditas dijual dengan harga lebih rendah dibanding pasar, antara lain beras premium dan medium, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, telur, bawang merah, dan bawang putih. Jacob menekankan, intervensi ini bertujuan menekan inflasi sekaligus membantu warga kurang mampu menjelang hari raya.
Meski kegiatan difokuskan untuk masyarakat muslim, acara ini terbuka untuk umum. Jacob mengakui sebagian besar pengunjung adalah Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kalau ASN ikut membeli, itu di luar kemampuan kami untuk membatasi,” jelas Ubra.
Gerakan Pangan Murah ini juga mendapat dukungan dari berbagai mitra, termasuk Badan Pangan Nasional, Bulog, jaringan ritel Alfamidi, dan beberapa agen APMS yang menjual minyak tanah. Semua pihak bekerja sama memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi.
“Harapannya, warga dapat terbantu secara langsung, dan stabilitas harga serta pasokan pangan tetap terjaga di Maluku Tenggara,” tutupnya.


