Gerakan Pangan Murah: Upaya Tekan Inflasi dan Bantu Warga Berpenghasilan Rendah

Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam. Foto/dok: Diskominfo Malra.

LANGGUR, HARIANMALUKU.com – Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan bahwa pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah untuk menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Hal tersebut disampaikan Rahantoknam kepada wartawan usai membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Land Mark Kota Langgur, Senin (16/3/2026).

Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga bahan pangan di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini salah satu tujuannya untuk menekan inflasi di daerah. Program ini menjadi prioritas pemerintah agar ke depan kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Rahantoknam menjelaskan, kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pasar murah yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan di sejumlah wilayah di Maluku Tenggara.

Ia menyebutkan, sebelumnya pasar murah telah digelar di delapan kecamatan yang tersebar hingga wilayah Kei Besar. Setelah itu, kegiatan serupa kembali dilaksanakan selama empat hari di Langgur oleh Dinas Ketahanan Pangan.

“Kalau sebelumnya pasar murah dilakukan oleh Disperindag di delapan kecamatan, termasuk sampai di Kei Besar, maka kegiatan di sini dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan sebagai lanjutan dari program tersebut,” jelasnya.

Wabup menambahkan, manfaat utama program ini adalah memberikan subsidi harga kepada masyarakat sehingga mereka bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap menjaga keseimbangan pasar agar tidak terjadi gangguan terhadap mekanisme perdagangan yang ada.

“Kita memberikan subsidi harga sehingga masyarakat bisa membeli lebih murah. Tapi ini hanya bersifat terbatas sebagai stimulan agar harga di pasar tidak terlalu mahal dan inflasi bisa ditekan,” katanya.

Rahantoknam juga menekankan bahwa program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memperoleh kebutuhan pangan dengan lebih mudah melalui dukungan langsung dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas harga pangan.
Menurutnya, selama ini sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat Maluku Tenggara masih dipasok dari luar daerah.

“Katong harus sadari bahwa sebagian besar pangan yang kita konsumsi setiap hari masih berasal dari luar daerah. Sementara pangan lokal seperti umbi-umbian sebenarnya tersedia, tetapi jarang dikonsumsi setiap hari,” ujarnya.

Viali menilai, peningkatan konsumsi pangan lokal tidak hanya membantu menekan inflasi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.

Dengan meningkatnya konsumsi pangan lokal, permintaan terhadap bahan pangan dari luar daerah dapat dikendalikan sehingga harga tidak mengalami lonjakan.

“Kalau kita mulai membeli dan mengonsumsi pangan lokal, maka ekonomi masyarakat lokal juga naik. Di sisi lain, permintaan pangan dari luar daerah tidak terlalu besar sehingga harga bisa tetap stabil,” kata Rahantoknam.

Karena itu, Wabup menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan pangan lokal dan pasokan pangan dari luar daerah agar stabilitas harga tetap terjaga.

“Harus ada keseimbangan antara pangan lokal dan pangan dari luar daerah supaya inflasi bisa dikendalikan dan ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh,” tandasnya.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR