Bupati Maluku Tenggara Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal Bersama Warga Danar Ivak

Bupati Maluku Tenggara Gelar Silaturahim dan Halal Bihalal Bersama Warga Danar Ivak. Foto/dok: istimewa.
LANGGUR, HARIANMALUKU.com — Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menggelar silaturahim dan halal bihalal bersama keluarga besar Danar Ivak dan masyarakat se-Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan di kediamannya di Ohoi Danar, Selasa (24/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu dihadiri para tokoh adat, tokoh agama, kepala ohoi, camat, serta warga dari berbagai wilayah di Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan.

Acara diawali dengan tausiah yang disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Tenggara, Hi. Arifin Difinubun.

Dalam tausiahnya, Hi. Arifin menekankan pentingnya menjaga tali silaturahim, memperkuat ukhuwah, dan saling memaafkan sebagai bagian dari makna halal bihalal pasca-Ramadan. Ia mengutip Surat Al-Hujurat ayat 13 yang menegaskan bahwa manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal, menghormati, dan membangun kasih sayang.

“Silaturahim itu bukan sekadar bertemu, tetapi membangun rasa hormat, cinta, dan kasih sayang di antara sesama. Orang yang menjaga silaturahim, insya Allah dipanjangkan umurnya, dibukakan pintu rezekinya, dan diangkat derajatnya oleh Allah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa halal bihalal harus menjadi momentum membuka hati, saling memaafkan, menahan amarah, dan memperkuat persaudaraan agar kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.

Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun dalam sambutannya menegaskan bahwa nilai persaudaraan, kasih sayang, adat, dan agama harus terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Kei.

Menurut Bupati, harta dan jabatan hanyalah sesuatu yang datang dan pergi, namun hubungan persaudaraan adalah ikatan yang harus dipelihara. Ia menyebut, jauh sebelum agama hadir, masyarakat Kei telah lebih dulu diikat oleh adat dan budaya yang mengajarkan kasih, persatuan, dan kebersamaan.

“Harta itu datang dan pergi, jabatan itu datang dan pergi. Tapi kasih sayang di antara kita harus tetap dijaga. Sebelum agama datang untuk memperhalus semuanya, adat dan budaya Kei sudah lebih dulu mengajarkan kita tentang kasih,” kata Thaher.

Hanubun menambahkan, semua agama pada hakikatnya mengajarkan hal yang sama, yakni pentingnya menyayangi sesama, menyelesaikan perselisihan, dan membangun perdamaian di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Thaher juga menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan keluarga kepada seluruh masyarakat apabila selama memimpin belum mampu memenuhi semua harapan warga.

“Saya secara pribadi dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala hal yang mungkin belum sempat memenuhi harapan-harapan kita semua. Saya tidak mungkin bisa memuaskan semua orang, tetapi saya tetap berusaha bekerja untuk kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Bupati menjelaskan, keterbatasan fiskal daerah menjadi salah satu tantangan utama dalam pemerataan pembangunan di Maluku Tenggara. Ia mengungkapkan bahwa APBD daerah yang sebelumnya berada di kisaran Rp1 triliun lebih kini turun menjadi sekitar Rp600 miliar, sementara dana desa juga mengalami pengurangan signifikan.

Meski demikian, ia menyebut pemerintah daerah tetap berupaya melakukan pembangunan secara bertahap, termasuk menghadirkan akses listrik 24 jam di sejumlah wilayah yang sebelumnya belum terlayani maksimal.

“Kalau hari ini masih ada yang belum terpenuhi, itu bukan karena kita tidak mau, tetapi memang kemampuan anggaran kita sangat terbatas. Namun kita bersyukur, sedikit demi sedikit perubahan itu ada,” katanya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Danar Ivak dan sekitarnya untuk tetap menjaga persatuan, menghilangkan prasangka, memperkuat hubungan kekeluargaan, dan menjadikan momentum halal bihalal sebagai titik awal mempererat kembali kebersamaan.

Ia menegaskan, perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang dalam kehidupan sosial, karena dalam keseharian semua warga tetap merupakan satu keluarga besar yang hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.

“Kita mungkin berbeda dalam cara beribadah, tetapi dalam kehidupan sehari-hari kita tetap satu. Itulah yang harus terus kita jaga, supaya persaudaraan ini tetap kuat,” ujar Bupati.

Acara silaturahim dan halal bihalal itu kemudian ditutup dengan doa yang dibawakan oleh Ketua MUI Maluku Tenggara Zein Matdoan dan ramah tamah bersama warga dalam suasana penuh keakraban. Momentum tersebut menjadi ruang mempertemukan masyarakat lintas ohoi, lintas keluarga, dan lintas keyakinan dalam semangat persatuan dan kebersamaan pasca-Idulfitri.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR