BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Maluku 15–27 Maret 2026

BMKG Ingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Maluku 15–27 Maret 2026. Sumber: BMKG Ambon.
AMBON, HARIANMALUKU.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Maluku untuk mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob yang diperkirakan terjadi pada 15 hingga 27 Maret 2026.

Peringatan tersebut disampaikan melalui rilis resmi yang dikeluarkan di Ambon pada 12 Maret 2026. BMKG menjelaskan bahwa fenomena Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan Perigee pada 22 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum di wilayah perairan Maluku.

Berdasarkan hasil pemantauan data water level serta prediksi pasang surut laut, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya banjir rob di sejumlah wilayah pesisir, antara lain pesisir Kota Ambon, pesisir Maluku Tengah, pesisir Seram Bagian Timur, pesisir Kepulauan Kei, pesisir Kepulauan Aru, serta pesisir Kepulauan Tanimbar.

BMKG menjelaskan bahwa waktu terjadinya gelombang pasang dan banjir rob dapat berbeda-beda di setiap wilayah, baik dari sisi hari maupun jam kejadian.

Potensi banjir rob ini diperkirakan dapat berdampak pada aktivitas masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar pesisir dan pelabuhan. Beberapa kegiatan yang berpotensi terganggu antara lain aktivitas bongkar muat di pelabuhan, kegiatan perikanan, serta aktivitas masyarakat di permukiman pesisir.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya pasang maksimum air laut.

“Masyarakat diharapkan tidak panik, tetapi tetap waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut,” tulis BMKG dalam himbauannya.

BMKG juga meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG maupun dengan menghubungi kantor BMKG terdekat.

Informasi terkini juga dapat diperoleh melalui layanan kontak BMKG Maritim Ambon atau melalui situs resmi lembaga tersebut.

Dengan adanya peringatan dini ini, masyarakat pesisir di wilayah Maluku diharapkan dapat mengantisipasi potensi dampak banjir rob sehingga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan aman.

SPONSOR
Lebih baru Lebih lama
SPONSOR