Data tersebut diungkapkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanoeboen, dalam paparannya pada Forum OPD Bidang Pendidikan Tahun 2027 di Ballroom Syafira Hotel Langgur, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, jumlah anak tidak sekolah tersebut terdiri dari dua kategori, yakni anak yang tidak pernah sekolah dan anak yang putus sekolah.
“Jumlah ATS kita mencapai 5.223 anak. Angka ini cukup besar dan memberikan kontribusi terhadap rendahnya capaian SPM pendidikan di Maluku Tenggara,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah dengan jumlah anak tidak sekolah terbesar berada di Kecamatan Kei Kecil sebanyak 1.047 anak, disusul Kecamatan Kei Besar dengan 1.034 anak.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan berencana melakukan pendataan secara detail dengan sistem by name by address guna mengetahui secara pasti penyebab anak tidak bersekolah.
“Dengan data yang jelas kita bisa mengetahui apakah mereka tidak sekolah karena faktor ekonomi, akses wilayah, atau alasan lainnya. Dengan begitu program yang disusun bisa tepat sasaran,” jelasnya.
Pendataan tersebut akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa (ohoi), serta berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Selain masalah anak tidak sekolah, Hanoeboen juga menyoroti sejumlah tantangan lain dalam sektor pendidikan di Maluku Tenggara, di antaranya kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan di wilayah kepulauan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang menyiapkan kebijakan redistribusi guru untuk mengatasi ketimpangan tenaga pendidik di sekolah-sekolah.
Kebijakan tersebut akan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 tentang distribusi guru.
“Distribusi guru akan dilakukan secara objektif sesuai kebutuhan sekolah, bukan berdasarkan pertimbangan lain. Bahkan guru PNS nantinya juga bisa ditempatkan di sekolah swasta,” tegasnya.
Melalui berbagai program prioritas yang disiapkan, Dinas Pendidikan berharap seluruh anak di Maluku Tenggara dapat memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Kita ingin memastikan semua anak di Maluku Tenggara memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan,” tutupnya.


